Kasus Anjing Bima Aryo Gigit ART, Ternyata Gigitan Kucing Juga Bahaya

Kompas.com - 05/09/2019, 18:02 WIB
Ilustrasi Kucing. Alamy via SCMPIlustrasi Kucing.

KOMPAS.com - Tragedi Asisten Rumah Tangga (ART) yang tewas diterkam anjing milik presenter televisi Bima Aryo, menjadi pembelajaran bahwa hewan peliharaan seperti anjing dan kucing juga bisa berbahaya.

Sebab jarang disadari ketika hewan tersebut menerkam, ada berapa banyak bakteri atau kuman yang akan menempel pada luka bekas gigitan tersebut. Hal yang dianggap sepele seperti itu bisa jadi berujung tragis.

Dilansir dari Gizmodo.com, para dokter menemukan indikasi bakteri dan virus tersembunyi dari kucing yang mungkin menyebabkan skizofrenia.

Selama ini penyebab pasti skizofrenia atau gangguan berpikir, merasakan dan berperilaku ini tidak diketahui. Namun studi terbaru menunjukkan skizofrenia memiliki kemungkinan disebabkan oleh bakteri dari kucing.

Baca juga: Mengenal Skizofrenia Paranoid yang Dialami Wanita Pembawa Anjing Masuk Masjid

Pada awalnya, para dokter menemukan ide bahwa bakteri dan virus tersembunyi di dalam tubuh dapat mempengaruhi kesehatan mental manusia. Bahkan dalam jangka panjang mungkin dapat berkontribusi pada penyakit seperti demensia dan Alzheimer.

Tetapi dari penelitian terbaru menunjukkan bahwa ada kuman tertentu yang dapat menyebabkan masalah kesehatan mental yang jauh lebih cepat dan menakutkan.

Diterbitkan dalam Journal of Central Nervous System Disease, studi kasus tersebut meneliti seorang anak laki-laki berusia 14 tahun yang tiba-tiba kehilangan daya untuk mencengkram.  Ia juga mengalami mimpi buruk selama 18 bulan yang ia dan keluarganya rasakan.

Sebelum akhirnya dokter menemukan sesuatu yang masih misterius mengenai penyebab penyakit yang diderita anak tersebut.

Menurut laporan kasus, anak itu merupakan siswa yang berbakat dan aktif secara sosial sebelum adanya gejala tersebut.

Tetapi pada Oktober 2015, ia menjadi psikotik, depresi dan bahkan ingin bunuh diri. Dan pada bulan yang sama, anak itu dirawat untuk perawatan psikiatrik darurat di rumah sakit setempat.

Baca juga: Kasus Anjing Bima Aryo Gigit ART, Pemilik Kucing Juga Harus Waspada

Meskipun menemui beberapa dokter dan psikiater, anak itu terus mengalami penurunan mental dan dirawat di rumah sakit, tiga kali selama satu tahun setengah berikutnya.

Dia tidak bisa lagi bersekolah, hingga orang tuanya berhenti dari pekerjaannya untuk merawat putranya penuh waktu.

Anak tersebut menderita halusinasi dan delusi yang membuatnya marah besar. Dia juga sering mengungkapkan rasa takut terhadap hewan peliharaannya, yaitu dua kucing dan seekor anjing. Dalam halusinasi anak tersebut hewan itu akan membunuhnya, sehingga keluarganya menjauhkan hewan peliharaan tersebut.

"Jujur, sebagai dokter hewan, itu adalah salah satu bagian yang paling menyedihkan untuk didengar," pemimpin penulis Ed Breitschwerdt, seorang dokter hewan internis di North Carolina State University, mengatakan kepada Gizmodo.

Baca juga: Serba Serbi Hewan, Alasan Kucing Dijuluki Hewan Sembilan Nyawa

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X