Bawa Tumbler Sendiri Belum Tentu Lebih Baik dari yang Sekali Pakai

Kompas.com - 03/09/2019, 19:34 WIB
Ilustrasi tumbler KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYAIlustrasi tumbler

Oleh Caroline Wood


ADAKAH barang yang menyimbolkan budaya kita yang serba praktis dan sekali pakai selain dari segelas kopi?

Pada bulan Maret 2016, koki selebriti Hugh Fearnley-Whittingstall mencemooh budaya sekali pakai tersebut dalam kampanye “Perang Melawan Sampah” sambil berkeliling London dengan bis yang ditutupi 10.000 gelas kopi sekali pakai : jumlah yang dikonsumsi oleh Inggris setiap dua menit.

Berkat lapisan plastik tipis yang membuatnya tahan air, sebagian besar pabrik daur ulang kertas tidak dapat memproses gelas-gelas tersebut dengan efisien.

Sebagian besar cangkir tersebut akhirnya dibakar atau dikirim ke tempat pembuangan sampah.

Lebih buruk lagi, gelas-gelas tersebut malah terbuat dari serat pohon alami bukannya dari kertas daur ulang demi memenuhi persyaratan kebersihan dan keamanan makanan.

Meskipun kampanye Fearnley-Whittingstall menggugah emosi orang, tapi kampanye tersebut tidak menghentikan kebiasaan minum kopi di Inggris dan terlihat dari prediksi peningkatan kedai kopi dari 20.000 menjadi 30.000 pada tahun 2025

Hal ini tidak selalu buruk karena industri kopi menyediakan lapangan pekerjaan, mempertahankan keberadaan jalan-jalan utama di kota-kota di Inggris, serta menopang petani kopi di negara-negara berkembang. Namun, apabila kedai kota terus menerus bertambah, bagaimana cara mengatasi tumpukan sampah yang mereka hasilkan?

Berdasarkan tahapan pengelolaan sampah, maka langkah pencegahan menjadi prioritas.

Pemakaian gelas yang bisa digunakan kembali meningkat dan kedai kopi banyak yang menawarkan diskon apabila mereka membawa gelas sendiri (harganya jauh lebih mahal daripada gelas kopi sekali pakai).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X