Wapres Kalla Resmikan Sistem Navigasi Keselamatan Kapal Milik BPPT

Kompas.com - 29/08/2019, 11:32 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan) berbincang dengan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir (kanan) pada puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 di Denpasar, Bali, Rabu (28/8/2019). Peringatan Hakteknas yang berlangsung 24-28 Agustus 2019 dan dipusatkan di Bali tersebut diisi dengan beragam kegiatan bidang sains dan teknologi untuk memunculkan inovasi dari daerah sekaligus meningkatkan daya saing daerah-daerah tersebut. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/wsj. ANTARA FOTO/Nyoman BudhianaWakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan) berbincang dengan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir (kanan) pada puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 di Denpasar, Bali, Rabu (28/8/2019). Peringatan Hakteknas yang berlangsung 24-28 Agustus 2019 dan dipusatkan di Bali tersebut diisi dengan beragam kegiatan bidang sains dan teknologi untuk memunculkan inovasi dari daerah sekaligus meningkatkan daya saing daerah-daerah tersebut. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/wsj.

KOMPAS.com - Guna meningkatkan hasil produksi penangkapan ikan serta menjaga keselamatan nelayan yang melaut, BPPT meluncurkan inovasi baru.

Adalah AIS Kelas B BPPT, Inovasi Teknologi Navigasi yang ditujukan BPPT untuk Keselamatan Transportasi Laut.

Inovasi ini secara langsung diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, bersama Menristek Dikti Mohammad Nasir.

Kepala BPPT usai peresmian mengatakan bahwa hal tersebut, menjadi momen penting bagi BPPT untuk terus menghadirkan inovasi terbaik, di berbagai bidang prioritas pembangunan, guna mewujudkan Indonesia maju.

Baca juga: Kabar Terkini Titanic, Kapal Legendaris Itu Habis Dimakan Bakteri Laut

"Terima kasih Pak Wapres Jusuf Kalla, BPPT akan terus menampilkan inovasi dan teknologi terbaru, menuju Indonesia yang maju, mandiri, adil dan makmur," tegas Hammam pada peresmian yang digelar dalam rangkaian acara puncak peringatan Hakteknas ke 24 di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, Bali, Rabu (28/07/2019) seperti dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com.

Dikatakan Kepala BPPT inovasi AIS atau Automatic Identification System adalah sistem navigasi yang ditujukan guna meningkatkan keselamatan transportasi laut, meningkatkan daya saing industri nasional dan kemandirian bangsa.

"Produk Transceiver AIS Kelas B BPPT ini siap mendukung program pemerintah dalam rangka meningkatkan keselamatan pelayaran. Hal ini mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan RI No.7 Tahun 2019 tentang Kewajiban Pemasangan dan Pengaktifan Sistem Identifikasi Otomatis Bagi kapal yang berlayar di Wilayah Perairan Indonesia," paparnya.

Ditambahkan Hammam, produk AIS Kelas B inovasi BPPT juga memililiki fitur keunggulan bagi nelayan, yaitu dapat menunjukkan dan memandu ke lokasi posisi ikan.

"Tentu inovasi AIS akan dapat meningkatkan hasil produksi penangkapan ikan. Serta menjaga keselamatan nelayan yang melaut," tegasnya.

Inovasi AIS diungkap Hammam, merupakan hasil karya anak bangsa yang memiliki kualitas yang baik, tingkat kandungan lokal yang tinggi, teruji, tersertifikasi dan diproduksi oleh industri dalam negeri.

"Inovasi AIS telah memiliki certificate type approval, yang diberikan oleh Balai Teknologi Keselamatan Transportasi DItjen Perhubungan Laut Kemenhub," ujarnya.

Baca juga: Atasi Pencemaran Udara Jakarta, BPPT Akan Turunkan Hujan Buatan

Sebelumnya dalam Arahan Wapres RI pada puncak peringatan Hakteknas, disampaikan bahwa masa depan Indonesia membutuhkan inovasi dan teknologi, di berbagai bidang.

"Dibutuhkan perubahan untuk Indonesia Maju. Inovasi di bidang manufaktur, terlebih dalam hal pelayanan dan jasa sangat penting. Intinya suatu inovasi akan sangat bermakna apabila telah dikomersialkan," pungkas Wapres Jusuf Kalla.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X