125 Tahun Berdiri, MZB Kini Jadi Museum dengan Spesimen Terbanyak di Asia

Kompas.com - 27/08/2019, 20:04 WIB
Pembagian souvenir bantal dan kain dengan tema satwa Indonesia dari hasil desain perlombaan yang diadakan panitia. Kompas.com/Ellyvon PranitaPembagian souvenir bantal dan kain dengan tema satwa Indonesia dari hasil desain perlombaan yang diadakan panitia.

KOMPAS.com- Sudah 125 Tahun Museum Zoologi Bogor (MZB) berdiri. Kini, MZB adalah museum spesimen terbesar di Asia Tenggara dengan koleksi dua juta lebih spesimen yang terdiri berbagai macam kelompok satwa.

Banyaknya spesimen tidak hanya menunjukkan kekayaan biodiversitas MZB, tetapi juga simbol sejarah betapa pentingnya institusi penelitian dan nilai informasi ilmiah keanekaragaman satwa di Indonesia.

Memasuki era industri berbasis teknologi dan ekonomi kreatif, MZB ikut berkembang dan berperan sebagai medium inspirasi dalam mengeksplorasi kreativitas masyarakat dan berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif.

Menurut Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati, memanfaatkan makhluk hidup sebagai inspirasi kreativitas dan inovasi dikenal dalam sebagai biomimikri.

"Contohnya, kereta cepat Shinkansen Seri 500, terinspirasi dari bentuk paruh burung udang dan bulu burung hantu untuk mengurangi kebisingan hambatan udara," katanya.

Baca juga: Bukti Indonesia Kaya, Kebun Raya Bogor Pamerkan 43 Jenis Tumbuhan Baru

Beberapa contoh lain adalah duri landak yang menginspirasi jarum bedah yang tidak terlalu sakit, jaring laba-laba untuk desain serat kain, udang mantis yang menginspirasi pelindung tubuh militer dan kecoak yang menginspirasi robot intelejen.

“Di bidang seni dan mode, misalnya, banyak perancang busana dan pelaku industri kreatif yang membuat produk dan karyanya terinspirasi dari fauna Indonesia,” jelas Enny dalam Gelar Wicara, Biodiversitas yang Menginspirasi Kreativitas, Selasa (27/08/19).

Institusi riset MZB dapat dikatakan sebagai gerbang terdepan dalam pengungkapan keanekaragaman satwa Indonesia beserta potensinya.

Koleksi satwa yang dimiliki oleh MZB berfungsi sebagai referensi ilmiah dan objek dalam berbagai penelitian keanekaragaman dan potensi satwa Indonesia.

Sejarah MZB sendiri bermula dari sebuah laboratorium sederhana di Kebun Raya Bogor, dengan nama Landbouw Zoologisch Laboratorium yang diinisasi oleh Dr. J.C Koningsberger.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X