Kompas.com - 25/08/2019, 12:34 WIB
Ilustrasi autisme Radachynskyi/ThinkstockIlustrasi autisme

"Sekarang usianya sudah 29 tahun, sudah menjadi seorang chef. Ketika ditanya, ingat enggak dulu sering dibully sama teman-teman di sekolah, dia menjawab tidak," ujar Gayatri.

"Karena aku hanya mengingat bagian bahagiaku ketika berada di rumah", imbuh Gayatri menirukan perkataan anak sulungnya.

Sejak saat itulah Gayatri sadar, anak dengan autisme juga memiliki perasaan.

Baca juga: Khasiat Melukis bagi Anak Autis, Ruang Ekspresi Hingga Kurangi Tantrum

Anak dengan autisme berhak dihargai, diberikan dukungan, dan kasih sayang.

Pahami potensi unik yang mereka miliki, sebab keunikan seorang anak autisme jika dibantu dan didukung dengan baik, maka tidak jarang bisa berprestasi.

Jika anak dengan autisme tidak dihargai dan diberi dukungan serta kasih sayang, bukan tidak mungkin mereka akan mengalami hal lebih buruk dari gangguan saraf.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.