Kompas.com - 23/08/2019, 18:30 WIB

Cara kerja portable E-Nose

Portable e-nose memiliki bio-sensor berukuran kurang lebih sebesar pena dan ramping.

Di dalamnya terdapat plat kecil (heater) untuk menaruh sampel makanan. Ada pula dual detektor untuk bau (aroma) guna mendeteksi alkohol dan/atau lemak babi.

Jika Anda membeli sebuah minuman softdrink atau bersoda, uap yang keluar dari tutup kemasan yang dibuka dekatkan portable e-nose tersebut, maka sensor pendeteksi alkohol akan berfungsi sensitivitasnya hingga kadar minimal 0,02 persen.

Untuk makanan yang padat, plat akan memanaskan bahan dan membuatkan menguap. Uap itu kemudian dideteksi oleh detektor yang ada. 

Jika, makanan tersebut mengandung lemak babi, akan keluar angka secara digital di badan portable E-nose mengenai jumlah kadar lemak babi itu.

Irwan mengatakan, alat yang dikembangkannya sudah memiliki sensitivitas tinggi sehingga siap dikomersilkan untuk menjawab kebutuhan deteksi minyak babi dan verifikasi makanan halal.

Baca juga: Ilmuwan Hidupkan Otak Babi yang Sudah Mati, Ini Artinya bagi Kita

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.