Kompas.com - 18/08/2019, 07:34 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Tahi lalat merupakan suatu tanda alami yang terdapat di kulit sekujur tubuh manusia, bisa di bagian yang terlihat, bisa juga di bagian-bagian lipatan yang tersembunyi, atau juga di kulit kepala yang tertutup rambut.

Tahi lalat ada yang tumbuh dan mengalami perubahan ukuran, ada juga yang tidak berkembang. Tahi lalat juga ada yang memiliki volume, biasanya diikuti dengan rambut yang tumbuh di bagian tenganya, ada juga yang hanya berupa titik warna.

Tapi pernahkan Anda menemukan adanya tahi lalat baru di sekujur tubuh? Dan apa yang menjadi kekhawatiran terbesar Anda saat itu?

Ya, mempertanyakan apakah hal ini sebagai sesuatu yang normal, atau justru mengindikasikan sebuah penyakit?

Baca juga: Kenapa Sih Bulu pada Tahi Lalat Bisa Tumbuh Panjang?

Tidak berbahaya

Melansir laman Webmd, tahi lalat baru bisa muncul di kulit tubuh manusia, mereka juga bisa menghilang, bertambah besar, atau memudar dengan seiring berjalannya waktu.

Sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari tumbuhnya tahi lalat baru di bagian tubuh manapun. Terlebih jika kemunculannya terjadi di rentang usia 25 tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tahi lalat baru ini tumbuh akibat adanya sel-sel pemberi pigmen alami bernama melanosit yang tumbuh menggumpal dan tidak menyebar ke seluruh area kulit.

Hal ini adalah normal dan bukan pertanda fisik yang perlu dicemaskan. Seseorang masih dikatakan normal jika memiliki tahi lalat di sekujur tubuhnya sejumlah 10-40 buah tahi lalat.

Ciri tahi lalat pertanda kanker

Sebagian besar tahi lalat tidak berbahaya bagi kesehatan. Namun, ada tahi lalat yang patut untuk diwaspadai karena bisa menjadi pertanda dari adanya penyakit kanker di dalam tubuh.

Tahi lalat yang mengindikasikan kanker dapat dilihat dari jenisnya yang berbeda dari kebanyakan tahi lalat yang ada di tubuh. Selain itu, tahi lalat yang baru muncul di atas usia 25 tahun juga patut diwaspadai.

Jika terjadi perubahan di tahi lalat Anda, baik dari segi warna, ukuran, volume, atau bentuk, di atas usia 25 tahun atau tahi lalat mengeluarkan darah, mengeluarkan cairan, gatal, melunak, atau terasa sakit, Anda perlu memeriksakannya ke ahli dermatologis atau dokter kulit.

Secara lebih rinci, berikut ini tanda-tanda tahi lalat yang memiliki menjadi indikasi kuat kanker pada diri seseorang.

  • Tahi lalat bersifat asimetri, atau satu bagian berbeda dengan bagian lainnya di satu titik yang sama.
  • Tepian tahi lalat tidak rata, buram, atau tidak teratur
  • Warna tahi lalat tidak merata di seluruh bagiannya
  • Diameternya lebih besar dari penghapus pensil
  • Tahi lalat mengalami evolusi, yakni berubah ukuran, bentuk, dan warna

Tahi lalat ini biasa disebut sebagai melanoma. Lokasi tumbuhnya berbeda antara laki-laki dan perempuan. Pada laki-laki, tahi lalat indikasi kanker ini banyak tumbuh di daerah dada dan punggung.

Sementara pada perempuan, tahi lalat ini akan banyak ditemukan di area kaki bagian bawah.

Baca juga: Waspadai Kanker Kulit jika Tahi Lalat seperti Ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.