Kompas.com - 12/08/2019, 18:06 WIB

Tanah yang dimiliki oleh Maurice Williams adalah tanah adat yang diberikan dengan izin serta pengelolaan khusus bagi warga suku asli untuk keperluan peringanan pajak.

Namun saat itu, Williams mengatakan, bahwa hak atas tanah yang ia berikan adalah hak untuk mengelola dan mencari fosil di tempat tersebut, dan bukan hak untuk menklaim kerangka yang ditemukan.

Bahkan kasus ini juga berujung pada penemuan bahwa tanah tersebut dijual kembali untuk meringankan pajak, sehingga jual-beli atas lembaga Black Hills Institute of Geological Research dengan pemilik sebelumnya dianggap tidak sah.

Akhirnya, pemerintah federal menyita kerangka Sue dengan alasan bahwa izin untuk mengangkut tulang-tulang tersebut dari tanah yang masih menjadi milik pemerintah belum diberikan.

Keputusan Pengadilan

Meski begitu, sengketa masih berlanjut. Namun kali ini, Mahkamah Agung AS mengesahkan keputusan pengadilan, bahwa tulang yang ditemukan menjadi milik Williams dan Bureau of Indian Affairs (BIA) yang mengelola tanah tersebut.

BIA sendiri memberi lampu hijau bagi Williams untuk menjual fosil tersebut. Williams, dengan wewenang yang diberikan lalu melelang seluruh kerangka Sue. Langkah ini dinilai kontroversial, terlebih di mata para ilmuwan yang menganggap pelelangan tersebut akan membuat komersialisasi spesimen menjadi marak.

Namun, spesimen ini akhirnya jatuh ke tangan Field Museum of Natural History di Chicago yang mendapat dukungan dari McDonald's Corporation, Walt Disney World Resorts, serta California State University yang muncul sebagai pemenang dalam lelang tersebut.

Mereka membayar Sue seharga 8,36 juta dollar AS yang kini disimpan di ruangan Field Museum of Natural History, sedangkan Walt Disney World dan McDonald's mendapatkan replika kerangka utuh Sue. Fosil tersebut telah dipajang secara permanen sejak 17 Mei 2000.

Penemuan kerangka Sue yang masih terawetkan memungkinkan para ilmuwan menentukan banyak hal tentang kehidupan T-rex.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.