Kompas.com - 09/08/2019, 08:35 WIB

 KOMPAS.com - Studi menemukan, pria yang tinggal di kota besar cenderung mengalami penurunan kadar hormon testosteron alias hormon seks laki-laki. Keadaan ini dapat dipengaruhi berbagai macam hal.

Tjokorda Gede Kerthyasa, praktisi kesehatan Holistik dan Homeopath menegaskan, seharusnya pria akan mengalami penurunan kadar hormon testosteron saat usianya bertambah.

"Tapi di kota-kota besar kayak Jakarta misalnya, faktor umur mah enggak berlaku. Karena sekarang sudah banyak pria muda kurang hormon testosteronnya," katanya.

Merunut usia, kadar hormon testosteron pria berusia 20 tahun kisarannya mencapai 900 mg/dL, 21-30 tahun berkisar 680 mg/dL, 31-40 tahun rata-rata dengan 670 mg/dL, selanjutnya 41-60 tahun kadar hormon testosteronnya berkisar 500 hingga 600 mg/dL.

Baca juga: Hipogonadisme, Ketika Pria Kekurangan Hormon Testosteron

Tjokde mengatakan, penurunan kadar hormon testosteron dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. 

Faktor eksternal misalnya karena polusi udara, kegemaran mengkonsumsi makanan cepat saji, gemar makan makanan berlemak atau serba instan, atau minum minuman berbahan susu kedelai.

Sementara faktor pemicu dari dalam seperti stres dan banyak aktivitas tapi malas berolahraga.

Kekurangan testosteron

Ketika seseorang mengalami penurunan kadar hormon testosteron, hal ini akan memengaruhi beberapa hal dalam tubuhnya.

Salah satunya, permasalahan pada otot. Ini karena hormon testosteron merupakan dasar dari pembentukan dan kekuatan otot.

Kemudian masalah jantung, penurunan motivasi dan semangat, kemampuan intelektual dan daya ingat, tingkat kebugaran, fungsi sistem reproduksi, dan kekuatan tulang.

Tjokde menambahkan, kekurangan hormon testosteron juga akan berpengaruh terhadap kulit, kerontokan pada rambut serta persendian, serta resiko kanker prostat dan kanker jantung.

Baca juga: 5 Tanda Pria Kekurangan Hormon Testosteron

Musuh testosteron

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa musuh utama dari testosteron adalah stres seperti adrenalin dan cortisol.

Stres tinggi akan menurunkan hormon testosteron, maka tuntutlah diri Anda untuk selalu bahagia.

Musuh lain hormon testosteron ini juga berasal dari polusi, semua bahan-bahan kimiawi, kontaminasi perindustrian, beberapa botol plastik, hormon-hormon yang ada dalam daging, makan dan minuman berminyak dan olahan, susu dan telur non-organik, banyak cafein dan juga umur.

Olahan kedelai seperti tempe dan tahu pun jika berlebihan tidak baik dan memicu hormon testosteron pria menurun.

Ciri-ciri kurangnya testosteron

Ada beberapa ciri pada pria yang kurang hormon testosteron ini, seperti obesitas, gemuk di bagian perut saja, dan kesuburan pria menurun.

Selain itu daya intelektual dan daya ingatnya juga berkurang, depresi, terganggu pola tidur, performanya menurun termasuk kesuburan sperma, libido atau gairah seksualnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.