Makin Dekat Kenyataan, Impian Facebook Bangun Teknologi Pembaca Pikiran

Kompas.com - 08/08/2019, 19:35 WIB
CEO Facebook Mark Zuckerberg saat memberikan kesaksian di depan senat atas skandal kebocoran data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica. Brendan Smialowski / AFPCEO Facebook Mark Zuckerberg saat memberikan kesaksian di depan senat atas skandal kebocoran data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica.

KOMPAS.com – Masih ingatkah Anda dengan proyek mesin pembaca pikiran yang sedang digarap Facebook?

Pada bulan Maret tahun ini, Mark Zuckerberg mengakui bahwa perusahaannya sedang menciptakan alat yang bisa menghubungkan otak dengan komputer untuk berkomunikasi secara langsung. Maksud Zuckerberg adalah agar kita bisa mengetik hanya dengan kekuatan pikiran.

Dalam bayangannya, alat itu menyerupai topi mandi atau headset yang bekerja dengan mendeteksi aktivitas otak atau aliran darah tertentu.

Kini, proyek itu semakin dekat dengan kenyataan.

Baca juga: CEO Facebook Akui Sedang Bangun Mesin Pembaca Pikiran

Dilansir dari Futurism, Selasa (30/7/2019); Facebook tengah berkolaborasi dengan para peneliti di University of California-San Fransisco untuk membangun alat yang bisa membantu pasien dengan kerusakan neurologis agar bisa bicara dengan menganalisis aktivitas otak mereka.

Perkembangan penelitian itu juga telah dilaporkan dalam artikel yang dipublikasikan oleh jurnal Nature Communications.

Rupanya, para peneliti memang telah berhasil membuat alat yang bisa menerjemahkan pikiran pasien.

Dalam eksperimen, para pasien diberi sebuah pertanyaan dan diminta untuk menjawab secara lantang. Sebelum para pasien menjawabnya, para peneliti mencoba untuk memprediksikan jawaban mereka dengan membaca sinyal otak yang terekam oleh elektroda di dalam kepala.

Baca juga: Berkat Implan Otak, 6 Pasien Buta Bisa “Melihat” Kembali

Menurut para peneliti, mereka berhasil memprediksikan jawabannya dengan tingkat akurasi hingga 61 persen.

Mereka pun mengklaim bahwa hasil ini telah menunjukkan kemampuan alat untuk melakukan penerjemahan wicara dalam situasi percakapan interaktif secara real time, yang memiliki implikasi penting bagi para pasien yang belum bisa berkomunikasi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Futurism
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X