Bagaimana Mewujudkan RUU Keamanan Siber yang Sejalan dengan HAM?

Kompas.com - 07/08/2019, 18:33 WIB
Ilustrasi keamanan siber SHUTTERSTOCKIlustrasi keamanan siber

KOMPAS.com – Hadirnya negara dalam mengatur dan mengamankan ruang siber sering kali dianggap berbenturan dengan hak asasi manusia ( HAM) yang mencakup hak untuk berpendapat.

Namun, menurut Ronald Tumpal selaku Direktur Proteksi Pemerintah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), hadirnya negara dalam ruang siber itu justru adalah untuk menjamin terwujudnya kepercayaan dari segenap pihak di dalam dan di luar negeri untuk beraktifitas secara aman di ruang siber yang menjadi tanggung jawab Indonesia.

“Jadi bukan negara mau mengintervensi. Negara hadi untuk menjamin ekosistemnya (siber),” ujarnya dalam diskusi publik “Meneropong Arah Kebijakan Keamanan Siber Indonesia” di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Lantas, bagaimana cara untuk memastikan agar perumusan RUU Keamanan dan Ketahan Siber (Kamntansiber) bisa selaras dengan HAM?

Baca juga: Menu Tulis Tangan Garuda dan Rius Vernandes, Bukti UU ITE Tak Selaras dengan Hak Digital

Hal ini dibahas oleh Wahyudi Djafar, Deputi Direktur Riset ELSAM (Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat), dalam acara yang sama.

Menurut Wahyudi, caranya adalah dengan mengubah pendekatannya dari state centric (berfokus pada negara) menjadi human centric (berfokus pada manusia). Artinya mengubah tujuan keamanan siber, dari bagaimana negara diamankan menjadi bagaimana individu itu aman.

Dia mengatakan, karena kalau keamanan siber hanya ditempatkan pada diskursus atau dalam lanskap keamanan nasional seperti sekarang, itu adalah suatu kebijakan yang terlalu sekuritisasi atau menekankan pada pendekatan keamanan.

“Negara kuat, negara aman dan sebagainya, tapi malah melahirkan praktek-praktek yang lebih intrusif, dalam artian yang jadi sasaran adalah warga negaranya sendiri,” ujarnya lagi.

Wahyudi berkata bahwa keamanan siber dengan pendekatan berbasis HAM memiliki tujuan inti keamanan individu. Keamanan siber dan HAM juga harus saling menguatkan dan melengkapi. Lalu sejak awal pengembangannya, kebijakan keamanan siber harus didesain untuk menghormati HAM.

Baca juga: Viral Bahaya #AgeChallenge FaceApp, Bagaimana dengan Aplikasi Lokal?

Bila keamanan kebijakan siber bisa memastikan keamanan individu, perangkat dan jaringan; Wahyudi yakin hal ini akan secara otomatis berdampak pada keamanan nasionalnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bumi Awal Dulu Punya Atmosfer yang Beracun, Ditutupi Lautan Magma

Bumi Awal Dulu Punya Atmosfer yang Beracun, Ditutupi Lautan Magma

Fenomena
Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Kita
Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac 'Aman'

Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac "Aman"

Fenomena
BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

Fenomena
Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Fenomena
Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Oh Begitu
2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

Oh Begitu
Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Oh Begitu
Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog Sarankan Ini

Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog Sarankan Ini

Oh Begitu
Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya

Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya

Oh Begitu
Masih Sepupu Manusia, Ditemukan Kerangka Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun

Masih Sepupu Manusia, Ditemukan Kerangka Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun

Fenomena
Gejala Kanker Mulut Mirip Sariawan, Begini Cara Mencegahnya

Gejala Kanker Mulut Mirip Sariawan, Begini Cara Mencegahnya

Kita
Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Tinggi, Ini Strategi Hadapi Rumah Sakit Penuh

Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Tinggi, Ini Strategi Hadapi Rumah Sakit Penuh

Oh Begitu
Mitos atau Fakta: Seledri Tingkatkan Kesehatan Seksual Pria

Mitos atau Fakta: Seledri Tingkatkan Kesehatan Seksual Pria

Kita
Studi Baru: Mutasi Tak Membuat Virus Corona Menyebar Lebih Cepat

Studi Baru: Mutasi Tak Membuat Virus Corona Menyebar Lebih Cepat

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X