Alasan Udara Jakarta Membaik Pasca Pemadaman Listrik Belum Diketahui

Kompas.com - 06/08/2019, 13:29 WIB
Seorang petugas kepolisian berjaga di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019). Berdasarkan data situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia AirVisual, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota terpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau dalam kategori tidak sehat. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSeorang petugas kepolisian berjaga di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019). Berdasarkan data situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia AirVisual, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota terpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau dalam kategori tidak sehat.

KOMPAS.com - Pemadaman listrik di sebagian Jawa, termasuk Jakarta, Banten, dan Banten rupanya membuat kualitas udara di ibu kota membaik.

Hal ini dibuktikan dengan data AirVisual yang menunjukkan indeks udara Jakarta berada di angka 75 US AQI atau sedang, pada Senin pagi (5/8/2019) pukul 8.00 WIB.

Namun, semakin siang dan seiring gangguan listrik yang kembali normal, kualitas udara Jakarta kembali memburuk.

Hingga hari ini (6/8/2019) pukul 12.00 WIB, data AirVisual menunjukkan angka 165 US AQI atau tidak sehat.

Baca juga: Jakarta Darurat Polusi Udara, Awas Risiko Serangan Jantung Mengintai

Data AirVisual menunjukkan kualitas udara Jakarta dalam kategori sedang pada Senin (5/8/2019) sekitar pukul 7.00 WIB pagi. Data AirVisual menunjukkan kualitas udara Jakarta dalam kategori sedang pada Senin (5/8/2019) sekitar pukul 7.00 WIB pagi.

Berkaitan dengan penurunan polusi udara di Jakarta, Greenpeace tidak bisa berkomentar dan justru menganjurkan Kompas.com bertanya langsung kepada Dinas Lingkungan Hidup Jakarta.

"Kami tidak bisa komentar (terkait penurunan kualitas udara setelah pemadaman listrik), karena data ISPU-nya DKI semalam (pukul 00.31 WIB) saya lihat ada yang tidak sehat, yakni kawasan Lubang Buaya," ungkap Bondan Andriyanu, Juru Kampanye Energi Greenpeace Indonesia kepada Kompas.com, Selasa (6/8/2019).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X