Jakarta Memang Darurat Polusi Udara, tetapi Jangan Lupakan Polusi di Rumah

Kompas.com - 06/08/2019, 08:07 WIB
Ilustrasi rumah kecilin4mal Ilustrasi rumah kecil

KOMPAS.com - Belakangan, masyarakat sedang dikhawatirkan dengan kualitas udara di Jakarta. Pasalnya, data AirVisual menunjukkan bahwa ibu kota sedang darurat polusi udara.

Menurut data penelitian pada tahun 2010, 80 persen sumber polusi udara di luar ruangan adalah pembuangan bahan bakar kendaraan, emisi industri, kegiatan rumah tangga dan membakar sampah.

Namun, tahukah Anda bahwa sumber polusi udara juga ada di dalam ruangan? Malah, polusi udara di dalam ruangan bisa menjadi sumber penyakit bila tidak tersirkulasi dengan baik.

Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia - RSUP Persahabatan mengungkapkan dalam acara diskusi media  beberapa sumber polusi dalam ruangan yang sering tidak disadari.

Baca juga: Lebih Parah dari Jakarta, Ini Daftar Kota Paling Tercemar Polusi Udara

1. Asap rokok

Seperti yang kita ketahui, asap rokok sangat menganggu, baik di luar ruangan maupun di dalam ruangan. Namun, tahukah Anda bahwa asap rokok merupakan polutan nomor satu untuk polusi udara dalam ruangan?

Diungkapkan oleh Agus, asap rokok memiliki partikel yang kecil, sehingga meskipun asap yang terlihat telah menghilang, partikelnya dapat menempel pada berbagai barang atau benda-benda yang ada di dalam ruangan tersebut.

Lantas bukan tidak mungkin bila penghuni dalam ruangan masih dapat terserang penyakit akibat asap rokok, meski tidak secara langsung bertemu dengan orang yang sedang merokok.

Baca juga: Soal Polusi Jakarta, Greenpeace Minta Pedoman Pengukuran ISPU Direvisi

2. Kegiatan domestik

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X