Kenapa Saat Stres Kita Ingin Makan Makanan Manis?

Kompas.com - 27/07/2019, 17:00 WIB
Ilustrasi makanan manishappy_lark Ilustrasi makanan manis

KOMPAS.com - Stres dapat memengaruhi tubuh dengan berbagai cara. Mulai dari menurunkan mood, meningkatkan nafsu makan, bahkan membuat Anda ingin makan beragam makanan manis.

Apa sebenarnya yang membuat Anda ingin makan manis saat stres?

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk melihat hubungan antara stres dan keinginan untuk mengonsumsi makanan manis. Penelitian-penelitian tersebut menghasilkan teori sebagai berikut:

Baca juga: Antara Dada dan Paha Ayam, Mana yang Lebih Banyak Gizinya?

1. Asupan gula menurunkan hormon kortisol penyebab stres

Stres dipicu oleh pelepasan hormon kortisol dari hipoccampus yang terdapat pada otak. Pelepasan kortisol memicu peningkatan denyut jantung, tekanan darah, gula darah, pernapasan, dan fungsi otot.

Mekanisme ini sebenarnya bermanfaat untuk meningkatkan kesigapan Anda saat berhadapan dengan situasi penuh tekanan. Namun, jumlah kortisol yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan stres, rasa cemas, serta gejala depresi.

Keinginan makan manis saat stres diduga berkaitan dengan kortisol dalam tubuh. Pada sebuah penelitian, ditemukan bahwa konsumsi gula menurunkan jumlah kortisol dan aktivitas hipoccampus. Respons otak dalam menanggapi stres juga turut membaik.

Meski demikian, hubungan langsung antara asupan gula dengan stres masih perlu dikaji lebih lanjut. Asupan gula bukanlah satu-satunya faktor yang memengaruhi aktivitas hippocampus. Masih ada faktor lainnya yang perlu diteliti.

2. Makan manis saat stres memberikan energi untuk otak

Otak membutuhkan energi agar bisa menjalankan fungsinya. Rata-rata, otak orang dewasa menggunakan 20 persen energi total yang dimiliki tubuh. Ketika stres, organ vital ini membutuhkan energi tambahan sebanyak 12 persen.

Sumber energi otak berasal dari karbohidrat, dan gula (glukosa) adalah jenis karbohidrat yang paling mudah diubah menjadi energi. Kekurangan asupan karbohidrat, ditambah kondisi stres dan lapar, dapat menurunkan sejumlah fungsi otak.

Salah satu fungsi otak adalah mengatur metabolisme tubuh, pencernaan, dan kemampuan berpikir. Saat kekurangan glukosa, otak tidak dapat menjalankan fungsi ini karena terhalang oleh sejenis saraf di dalam hipotalamus.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X