Kompas.com - 24/07/2019, 08:09 WIB

Dari kasus ini, setidaknya orang belajar adanya perilaku yang diterima dan tidak diterima di masyarakat luas dan jagat media sosial, sehingga tidak terulang kasus-kasus serupa.

"Kita itu sebaiknya bisa respect ke orang lain dan tidak melakukan sesuatu yang bisa menimbulkan kegelisahan," tutup Amel.

Baca juga: Viral Twit Lisa Marlina, Psikolog Nilai Reaksi Ni Luh Djelantik Wajar

Selain Lisa Marlina, dulu juga ada kasus Florence Sihombing yang dianggap menghina warga Yogyakarta di media sosial.

Di luar negeri, juga ada banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan harus berurusan dengan hukum karena unggahan yang salah di media sosial.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.