Kompas.com - 22/07/2019, 15:46 WIB
Sumber pencemaran udara Jakarta. Sumber pencemaran udara Jakarta.
 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Jakarta mulai memasuki musim kemarau yang memperparah kondisi udara kota kita. Faktor iklim ini berpengaruh pada kualitas udara, terutama jika dilihat dengan parameter Particulate Matter atau PM 2.5. Apa itu PM 2.5? PM 2.5 mencakup partikel debu yang super kecil & ringan, diameternya lebih kecil dari 2.5 mikron. Bayangin deh sehelai rambutmu, berapa kira-kira diameternya? PM 2.5 itu saking kecilnya cuma 3% dari diameter rambut kita. Kontributor terbesar PM 2.5 ini adalah polusi transportasi darat, seperti mobil, truk, dan kendaraan bermotor lainnya. Kemudian sisa pembakaran industri yang dikeluarkan lewat cerobong asap pabrik, juga berkontribusi terhadap PM 2.5. Ayo kurangi pencemaran udara! Kamu bisa naik transportasi umum untuk beraktivitas dan berperilaku hemat energi. Mari wujudkan Jakarta Cleaner Air 2030 sejak hari ini! #DKIJakarta #Jakarta #PemprovDKIJakarta #PemprovDKI #AniesBaswedan #JakartaBreath #PeduliUdaraJakarta #Climatechange

A post shared by Pemprov DKI Jakarta (@dkijakarta) on Jul 9, 2019 at 10:42pm PDT

Untuk itu, Bondan menyarankan pemerintah agar mau turun langsung ke lapangan dan melakukan sosialisasi pada warga Jakarta tentang bahaya membakar sampah, atau ke kawasan industri untuk mengecek apakah emisinya melebihi baku mutu atau tidak.

"Beri tilang atau tindakan tegas pada kendaraan umum dan pribadi yang masih ngebul knalpotnya," ujar Bondan.

Baca juga: Darurat Polusi Udara Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup Gagal Komunikasikan

Bondan juga mengatakan bahwa Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta sudah memaparkan sumber pencemaran udara di ibu kota lewat akun instagram resmi pemerintah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun sumber pencemaran udara yang paling banyak menyumbang polusi adalah transportasi darat sebesar 75 persen, disusul pembangkit listrik dan pemanas 9 persen, terakhir pembakaran industri dan pembakaran domestik masing-masing 9 persen.

Karena pemerintah DKI sudah menyatakan sumber-sumber dalam instagram, diharap ada solusi nyata dan konkret yang dilakukan.

"Sebenarnya ini sudah tugas DKI kan? Karena mereka sudah menyatakan sendiri sumber-sumbernya (polutan) dalam instagram itu, lantas solusinya mau ngapain?" tutup Bondan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.