Misteri Tubuh Manusia, Alasan Sering Kebelet Pipis Saat Suhu Dingin

Kompas.com - 19/07/2019, 21:00 WIB
Ilustrasi buang air kecil ShutterstockIlustrasi buang air kecil


KOMPAS.com - Di kala suhu dingin seperti saat ini, banyak dari kita jadi lebih beser, sebentar-sebentar ingin buang air kecil alias pipis. Jangan khawatir, hal ini normal bagi manusia.

Seperti diberitakan Kompas.com (18/12/2018) dengan judul Buang Air Kecil Semakin Sering Saat Udara Dingin, Ini Penjelasannya, dalam dunia medis fenomena ini dikenal sebagai cold diuresis, atau peningkatan produksi urine karena suhu dingin.

Ketika suhu atau udara sedang dingin, tubuh akan berusaha menghangatkan diri dengan cara menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi aliran darah ke kulit. Proses ini disebut dengan vasoconstriction.

Baca juga: Misteri Tubuh Manusia: Benarkah Main Gawai Bikin Tanduk Tumbuh di Leher?

Penyempitan pembuluh darah menyebabkan tekanan darah meningkat, karena jumlah darah yang sama mengalir di ruang lebih sempit.

Untuk mengatur tekanan darah, ginjal menyaring kelebihan cairan dari darah untuk mengurangi volumenya. Ketika kandung kemih sudah penuh cairan, tubuh akan mengirim sinyal untuk buang air kecil.

Hal inilah yang menyebabkan kita jadi lebih beser saat berhadapan dengan cuaca dingin atau di ruangan dengan suhu dingin.

Faktor utama yang mempengaruhi proses vasoconstriction adalah usia, jenis kelamin, komposisi tubuh, diet, dan kegiatan fisik atau olahraga yang dilakukan.

Proses ini juga tidak bisa disamakan untuk masing-masing orang karena masing-masing orang mempunyai sistem tubuh yang berbeda-beda.

Sebuah penelitian menunjukkan, salah satu cara untuk mencegah cold diuresis adalah dengan cara berolahraga saat cuaca dingin. Itu akan mengurangi cairan tubuh melalui kulit atau berkeringat.

Baca juga: Misteri Tubuh Manusia: Alasan Jakun Bukan Bukti Lucinta Luna Laki-laki

Sebaliknya, saat musim panas semua proses ini jadi kebalikan, disebut vasolidatasi. Saat itu, tubuh akan menjaga suhu dingin tubuh dengan mengeluarkan panas melalui kulit dan kita jadi berkeringat.

Pada intinya, tubuh akan selalu menyesuaikan suhunya agar tetap pada suhu normal. Ia akan secara alami memanas jika suhu dingin dan sebaliknya, mendingin apabila cuaca panas.

Sumber: Kompas.com/Luthfia Ayu Azanella

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X