Kompas.com - 19/07/2019, 09:35 WIB
Ilustrasi kedinginan. Ilustrasi kedinginan.

KOMPAS.com – Suhu dingin di Jawa membuat banyak warga merasa lebih rentan jatuh sakit. Sebagai salah satu solusinya, Dokter Yance Tengker, dokter umum di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (RSAL) dr Oepomo, Surabaya, menyarankan untuk memastikan asupan air tercukupi, setidaknya dua liter per hari.

Namun seperti diungkapkan oleh Robert Kenefick, seorang profesor kinesiologi di University of New Hampshire (UNH) seperti dilansir dari siaran pers UNH tahun 2005, kita tidak merasa sehaus biasanya ketika suhu dingin.

“Mereka tidak merasa haus, tidak minum sebanyak biasanya, dan ini bisa menyebabkan dehidrasi,” ujar Kenefick.

Padahal, tubuh lebih cepat kehilangan air ketika suhu dingin. Air tidak hanya keluar melalui pernapasan. Ketika kita memakai banyak pakaian hangat, tubuh juga bekerja lebih keras sedangkan keringat menguap lebih cepat ketika udara dingin dan kering.

Baca juga: Suhu Dingin di Jawa, Baiknya Mandi Pakai Air Dingin atau Hangat?

Perlu diketahui, dua per tiga dari tubuh kita terdiri dari air, dan kekurangan beberapa persen saja bisa menyebabkan dehidrasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Untuk menyelidiki mengapa tubuh tidak mudah merasa haus ketika dingin, Kenefick melaksanakan sebuah eksperimen. Para partisipan diminta berolahraga di treadmill dan beristirahat di ruang dingin UNH untuk mensimulasikan olahraga ketika suhu dingin.

Rupanya, alasan kita tidak merasa haus bukan hanya karena kita tidak merasa panas.

Kenefick berkata bahwa di samping kerja ginjal yang menyimpan atau mengeluarkan air, keseimbangan cairan pada tubuh kita sering kali mengandalkan stimulasi haus, yang kemudian membuat kita memasukkan air ke dalam tubuh kembali. Proses ini diatur oleh hormon pengatur cairan, seperti plasma argentine vasopressin (AVP).

Nah, ketika mendapat paparan tinggi, kita mengalami vasokonstriksi di mana tubuh mengurangi aliran darah ke sekeliling tubuh untuk mengurangi kehilangan panas.

Baca juga: Penemuan yang Mengubah Dunia: Selimut, Lawan Suhu Dingin dan Tanda Orang Kaya

Hal ini lantas menyebabkan volume darah di pusat tubuh meningkat, sehingga otak tidak mendeteksi berkurangnya volume darah dan tidak meningkatkan produksi AVP. Sinyal bagi ginjal untuk menyimpan cairan pun berkurang dan sensasi haus turun hingga 40 persen.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Fenomena
4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Oh Begitu
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia Hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia Hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Oh Begitu
5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

Oh Begitu
Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Fenomena
4 Tahapan Siklus Menstruasi

4 Tahapan Siklus Menstruasi

Kita
Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Fenomena
Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.