Bali Diguncang M 5,8 Selasa Pagi, Ini Riwayat Gempa di Pulau Dewata

Kompas.com - 17/07/2019, 12:04 WIB
Ilustrasi gempabodnarchuk Ilustrasi gempa

KOMPAS.com - Sebuah gempa kuat mengguncang Bali kemarin, Selasa (16/07/2019). Kekuatan gempa kemarin pagi itu cukup signifikan dan membuat sejumlah kerusakan di Pulau Dewata.

Selain gempa bermagnitudo 5,8 kemarin, sejumlah lindu dengan kekuatan signifikan pernah menggetarkan Bali. Bahkan, beberapa di antaranya sempat memicu tsunami.

Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono membeberkan sejumlah riwayat gempa di Bali.

"Berdasarkan catatan sejarah, wilayah Bali dan sekitarnya dikenal sebagai kawasan yang sering dilanda gempa bumi. Distribusi pusat gempa tersebar di sebelah selatan dan utara Pulau Bali," ungkap Daryono.

Baca juga: [KLARIFIKASI] Penjelasan Video Ribuan Ikan Terdampar Sebelum Gempa Bali M 6

"Gempa-gempa dangkal sebagian besar terkonsentrasi di selatan Pulau Bali hingga batas pertemuan lempeng. Pusat gempa dangkal juga tersebar di daratan Bali dan di sebelah utara Bali yang disebabkan oleh aktivitas sesar aktif," sambungnya.

Menurut Daryono, wilayah Bali selain rawan gempa akibat aktivitas tumbukan lempeng, juga sangat rawan gempa akibat sesar aktif.

"Salah satunya adalah struktur sesar yang terbentuk akibat hujaman balik proses subduksi yaitu Sesar Naik Flores," kata Daryono.

Gempa Sesar Naik Flores

Daryono menyebut, keberadaan struktur geologi Sesar Naik Flores di timur laut Bali bertanggungjawab terhadap sejumlah gempa besar yang diikuti tsunami, seperti gempa Bali pada tahun 1815, 1857, dan1976.

1. Gempa dan Tsunami Bali 1815

Halaman Berikutnya
Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X