Rasakan Sensasi Melihat Peluncuran Apollo 11 Seperti 50 Tahun Lalu

Kompas.com - 16/07/2019, 20:06 WIB
Apollo 11 meluncur di belakang kibaran bendera AS Apollo 11 meluncur di belakang kibaran bendera AS

KOMPAS.com - 50 tahun lalu, manusia pertama dari Bumi menginjakkan kakinya di Bulan. Misi tersebut dinamai Apollo 11 yang meluncur dari Kenedy Space center pada 16 Juli 1969.

Meski sudah berselang 50 tahun, kini kita masih bisa merasakan sensasi menyaksikan peluncuran misi bersejarah tersebut.

Beberapa pihak swasta menghidupkan kembali misi yang dibuat oleh Badan Antariksa AS (NASA) itu melalui dua streaming langsung.

Simulasi pertama dapat kita saksikan melalui laman ApolloinRealTime.org buatan Ben Feist. Mereka menciptakan pengalaman mendalam dengan menyatukan sejumlah besar audio, gambar, video, dan transkrip dari misi Apollo 11.

Baca juga: Alasan Astronot Ketiga Apollo 11 yang Tidak Ikut Turun ke Bulan

Mereka mencoba menyuguhkan detail bagaimana misi tersebut mengantarkan Neil Armstrong, Buzz Aldrin, dan Michael Collins ke Bulan. Saksikan melalui laman tersebut: https://apolloinrealtime.org/11/

Situs lain yang juga memberikan sensasi peluncuran Apollo 11 dibuat oleh Simulation Curriculum. Mereka menghidupkan kembali misi tersebut melalui rendering digital yang terperinci.

Widget buatan Simulation Curriculum itu memungkinkan pemirsa melacak misi Apollo 11 sekaligus lokasi planet dan bintang bersejarah.

Aplikasi yang digunakan oleh Simulation Curriculum adalah perangkat lunak Starry Night dan SkySafari 6.

"Generasi saat ini mengingat 'satu langkah kecil Neil Armstrong' dengan data misi Apollo di Starry Night dan SkySafari," ungkap Seth Meyers dari Simulation Curriculum dikutip dari Space.com, Selasa (16/07/2019).

"Jutaan penggemar ruang angkasa akan dapat merasakan sensasi misi luar angkasa uang penting ini dengan simulasi yang tepat," sambungnya.

Saksikan re-live Apollo 11 melalui laman: https://www.simulationcurriculum.com/



Sumber SPACE.COM
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X