Jangan Hanya Dilarang, Korban Kecanduan "Game" Juga Harus Disembuhkan

Kompas.com - 16/07/2019, 17:36 WIB
Kecanduan game.Shutterstock Kecanduan game.

KOMPAS.com – Kecanduan bermain game membuat seseorang betah berlama-lama dengan permainan yang dimainkannya di gadget hingga mengesampingkan hal-hal lainnya.

Seseorang yang sudah kecanduan game akan sangat sulit meninggalkan kegiatan itu, bahkan ketika tubuhnya sudah menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan.

Dokter ahli jiwa dari RS Gading Pluit dr. Dharmawan A. Purnama, Sp.Kj mengatakan, hal ini adalah kondisi buruk yang harus ditangani dengan segera.

“Jadi, karena ini sesuatu yang berpengaruh terhadap kinerja otak, maka kita harus mengatasi gangguan adiksi ini dengan pendekatan-pendekatan medik maupun pendekatan-pendekatan psikologis perilaku,” kata Dharmawan saat dihubungi pada Selasa (16/7/2019).

Baca juga: Benarkah Kecanduan Main Game Sebabkan Gangguan Jiwa? Ini Kata Dokter

Pernyataan ini disampaikannya untuk mengonfirmasi video yang viral di media sosial dan menyebutkan bahwa perilaku seorang pria pada video tersebut karena mengalami gangguan jiwa akibat kecanduan bermain game.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by INFO BIASA (@info.biasa) on Jul 15, 2019 at 12:46am PDT

Dokter Dharmawan mengatakan, seseorang yang mengalami kecanduan game jangan hanya dilarang dan dihentikan dari rutinitasnya.

Akan tetapi, harus didampingi dan diobati agar bisa kembali beraktivitas dengan normal.

“Untuk itu perlu sekali orang-orang yang mengalami atau diduga mengalami perilaku yang adiksi segera dibawa untuk konsultasi dan menjalani terapi, bukan hanya menyetop aktivitas tersebut,” kata Dharmawan.

Jika hanya melarang dan menghentikan pecandu game secara paksa, yang terjadi bukan seperti yang diharapkan.

Tindakan seperti ini hanya akan menimbulkan rasa marah, frustrasi, bahkan keinginan mengakhiri hidup.

Baca juga: Sering Dapat Keluhan, Polisi Pakistan Diminta Hapus Video Game dari Ponsel

“Kita harus membantu penderita untuk melalui saat-saat ini dan kemudian melatih mengembalikan fungsi dia seperti semula, yaitu yang produktif untuk memenuhi tugas kehidupan bukan semata-mata menjadi budak dari adiksi atau kecanduannya,” jelas Dharmawan.

Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah dengan memberikan alternatif kegiatan lain yang sifatnya melibatkan interaksi secara langsung.

“Anaknya jangan dikasih main game terus, buatkan jadwal kegiatan, latihan olahraga, main musik, belajar bahasa asing, dan lain-lain,” kata dia.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo HATI-HATI, KECANDUAN GAME TERMASUK GANGGUAN MENTAL

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X