Gempa M 7,2 di Maluku Utara Bangkitkan Tsunami Lemah, Ahli Mengungkapnya

Kompas.com - 15/07/2019, 06:03 WIB
Tsunami lemah terjadi setelah gempa di Labuha, Halmahera Selatan, Maluku Utara pada Minggu (14/7/2019). Widjo Kongko Tsunami lemah terjadi setelah gempa di Labuha, Halmahera Selatan, Maluku Utara pada Minggu (14/7/2019).

KOMPAS.com — Tak diduga, gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Labuha, Halmahera Selatan, Maluku Utara pada Minggu (14/7/2019) menghasilkan tsunami lemah di wilayah sekitarnya.

Ahli tsunami Abdul Muhari dari Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Widjo Kongko dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengungkapnya berdasarkan data Badan Informasi Geospasial (BIG).

Baca juga: Gempa M 7,2 di Halmahera, Maluku Utara: 20 Gempa Susulan Terjadi, Potensi Merusak Tinggi

Widjo menuturkan, "Ada tsunami kurang dari 20 cm terpantau di Stasiun Pasang Surut Gebe, kurang lebih 35 menit setelah gempa utama."

Tsunami yang terjadi kecil sebab selain tidak terjadi di zona pertemuan dua lempeng, mekanisme gempa pun sesar mendatar. Tsunami besar biasanya dipicu oleh mekanisme gempa vertikal.

Data sinyal stasiun pasang surut Gebe menunjukkan adanya tsunami lemah akibat gempa di Labuha, Halmahera Selatan, Maluku Utara, pada Minggu (14/7/2019).Widjo Kongko Data sinyal stasiun pasang surut Gebe menunjukkan adanya tsunami lemah akibat gempa di Labuha, Halmahera Selatan, Maluku Utara, pada Minggu (14/7/2019).

Abdul mengatakan, setelah gempa utama di Maluku Utara, 52 gempa susulan (terhitung hingga Senin dini hari terjadi) terjadi di bagian barat wilayah Halmahera Selatan.

Meski demikian, dia mengungkapkan, "Tidak ada satu pun stasiun pasang surut di sisi barat (Ternate, Tidore, dan Jailolo) yang menangkap sinyal tsunami."

Kepada Kompas.com, Minggu, Abdul menuturkan bahwa meskipun sumbernya jelas, ahli masih harus meneliti cara persisnya tsunami dibangkitkan dari gempa Maluku Utara ini.

Berdasarkan pemodelan, Widjo mengungkap bahwa tsunami kecil juga bisa terjadi di Pulau Weda. "Di situ bisa 50 cm," katanya.

Gempa kemarin menghasilkan energi setara 50 kali bom Hiroshima dengan runtuhan 70 x 18 kilometer dan slip 2,8 meter.

Baca juga: Peneliti Dunia Rekonstruksi Tsunami Palu Berbasis Medsos, Seberapa Valid?

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X