Kompas.com - 14/07/2019, 19:17 WIB
Total Lab Automation, kerjasama Abbot dan Prodia untu laboratorium kimia dan hematologi. Yunanto Wiji UtomoTotal Lab Automation, kerjasama Abbot dan Prodia untu laboratorium kimia dan hematologi.

KOMPAS.com - Pernahkah membayangkan apa yang terjadi setelah perawat mengambil sampel darah Anda untuk diperiksa di lab?

Terungkap, ternyata prosesnya cukup merepotkan. Sampel darah di tabung dibawa manual ke lab. Di sini, tabung bisa jatuh dan pecah jika tak hati-hati.

Selanjutnya, ada teknisi yang akan membuka tabung dan menaruhnya di alat analisis. Asal tahu, satu teknisi bisa membuka hingga 2.000 tabung per hari.

Tak selesai sampai di situ, analis masih harus menaruhnya di sejumlah alat, misalnya centrifuge jika ingin mendapatkan serum darah. Tak heran, tes jam 6 pagi, hasil baru muncul jam 2 siang

Namun, kini dengan bantuan robot, cek darah bisa diselesaikan jauh lebih cepat. Robot yang membantu analisis itu sudah masuk ke lab klinik di Jakarta.

Bekerjasama dengan Abbot, Laboratorium Klinik Prodia di Kramat, Jakarta Pusat menginisasi Proyek Total Lab Automation (TLA).

"Dengan TLA ini, kita bisa selesaikan diagnosis lebih cepat, terutama untuk analisis kimia dan imunologi," kata Dr Dewi Muliaty MSi, Presiden Direktur Prodia Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Analisis kimia misalnya adalah kandungan kolesterol, glukosa dalam darah. Sementara analisis imunologi contohnya adalah hepatitis, HIV, dan lupus.

Baca juga: Sungguh Memilukan, Induk Burung Ini Beri Makan Anaknya Puntung Rokok

"Kalau semula harus ambil jam 2 siang, dengan TLA prosesnya bisa hanya 2 jam. Tergantung pada jenis analisisnya. Beberapa analisis membutuhkan waktu lama karena sampel harus diproses lebih," katanya.

Selain lebih cepat, Dewi menambahkan bahwa proses pemeriksaan dengan TLA akan lebih akurat. Dalam diagnosis hepatitis misalnya, alat bisa otomatis mengulang pemeriksaan jika dibutuhkan.

"Untuk hepatitis, kalau angkanya di batas bawah, alat bisa langsung mengulang. Dulu kita harus lihat hasilnya dulu. Kalau perlu diulang, pengulangan manual. Jadi makan waktu," ungkapnya dalam kunjungan ke Lab Prodia pada Kamis (11/7/2019).

Kerjasama Abbot dan Prodia akan berlangsung 7 tahun. Sejauh ini, untuk lab kimia dan imunologi, Prodia berhasil hemat 4 karyawan. Keempatnya dipindahkan ke lab molekuler.

Lantas seperti apa bayangannya proses pemeriksaan oleh robot? Sampel di ruang pengambilan akan "dihisap" dan dikirim lewat pipa ke laboratorium tujuan.

Selanjutnya, penutup sampel akan dibuka oleh mesin, masuk ke alat untuk dianalisis, dan keluar alat untuk ditutup kembali. Sampel akan langsung dikirim ke kulkas penyimpanan untuk disimpan 4 hari sehingga bisa dipakai untuk pemeriksaan ulang jika diperlukan.

Baca juga: Rokok Sebabkan 50 Persen Kematian Akibat 12 Jenis Kanker, Kok Bisa?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Oh Begitu
12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

Oh Begitu
Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Oh Begitu
Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Oh Begitu
Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.