4 Fakta Baby Blues yang Juga Dialami Raisa

Kompas.com - 13/07/2019, 18:06 WIB
Penyanyi Raisa Andriana. Juni Records/Agra SusenoPenyanyi Raisa Andriana.

Bagi masyarakat awam, kedua hal ini belum begitu diketahui perbedaannya.

Praktisi psikologi dan juga terapis Nuzulia Rahma Trisnarum mengungkapkan bahwa baby blues akan membuat ibu sering merasa sedih, menangis, sering cemas, dan lebih sensitif.

Namun kondisi tersebut biasanya hanya terjadi tidak dalam janga waktu yang lama, paling tidak 3-6 hari.

Apabila ibu mengalami baby blues lebih dari dua minggu bahkan sampai satu bulan, kemungkinan berlanjur menjadi depresi pasca-kelahiran.

Menilik pada kasus ibu yang tega membunuh bayinya pasca-melahirkan, psikolog yang akrab disapa Lia ini menganggap bahwa tindakan tersebut bukan disebut baby blues.

Ia mengatakan bahwa ibu yang melukai bayi atau dirinya sendiri juga tidak selalu karena depresi pasca-kelahiran atau bisa terjadi karena psikosis atau gangguan jiwa.

Depresi pada ibu pasca-kelahiran bisa dari ringan hingga berat.

Adapun penyebab depresi pasca-kelahiran bisa gabungan antara fisik, psikologis, dan psikososial.

Gejala yang muncul melebihi kondisi baby blues, yaitu seorang ibu akan mulai mudah tersinggung, kehilangan nafsu makan, sering menangis, kehilangan minat terhadap diri sendiri dan bayi, bicara sendiri, hingga mulai ada pikiran melukai bayi dan diri sendiri.

Baca juga: Perbedaan Baby Blues dan Depresi Pasca-kelahiran

4. Baby blues juga dialami ayah baru

Tidak hanya ibu saja yang mengalami gejala baby blues, ayah baru juga dimungkinkan mengalami perubahan emosional pasca-kelahiran anak.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X