Kompas.com - 09/07/2019, 20:26 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Ketika diserang oleh penyakit degeneratif, seperti Parkinson atau Alzheimer, korteks entorhinal mengerut dan menganggu kemampuan seseorang untuk mempersepsikan atau mengidentifikasikan bau yang diciumnya.

Nah, berbagai studi menemukan fungsi penghidu juga ditemukan terganggu pada pasien demensia-alzheimer. Bahkan menurut penelitian yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Atma Jaya dan dimuat dalam International Journal of Alzheimer Disease pada 2016, skor rendah pada pemeriksaan saraf penciuman bisa menjadi prediktor prademensia.

“Semakin spesifik kita menyatakan bahwa yang subyektif terganggu kognitif ternyata kalau penghidunya terganggu lebih spesifik mengarah ke prademensia,” ujar Yuda.

Untuk mendeteksi dini demensia, sebaiknya medical check up, termasuk deteksi dini kerusakan otak, dilakukan ketika menginjak usia 40 tahun. Dr Meta Dewi Thedja, M Biomed, PhD, Direktur Utama RS Atma Jaya menyarankan agar medical check up diulang setiap dua tahun sekali bagi orang-orang yang berusia 40 tahun ke atas dan setahun sekali bagi lansia berusia 60 tahun ke atas.

Deteksi dini kerusakan otak juga mencakup tes respons pupil untuk mendeteksi apakah asetilkolin, neurotransmitter kognitif yang berfungsi mengatur refleks pupil, sudah menurun atau belum. Asetilkolin yang menurun menyebabkan gangguan pada refleks pupil yang bisa menandakan adanya gangguan kognitif.

Bila ditemukan gangguan pada penghidu dan respons pupil yang mengindikasikan adanya prademensia, dokter mungkin akan menyarankan tes MRI untuk mengetahui kondisi struktur otak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.