Kompas.com - 04/07/2019, 13:47 WIB
Lokasi bendungan PLTA Batang Toru di Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan. Lokasi bendungan PLTA Batang Toru di Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan.

KOMPAS.com - PLTA Batangtoru di Sumatera Utara diklaim dapat mengurangi emisi karbon dioksida minimal 1,6 juta metrik ton atau setara dengan penyerapan karbon dari hutan seluas 120.000 hektar dengan menghasilkan energi bersih yang setara.

"1,6 juta ton setiap tahun sama dengan kemampuan hutan isinya pohon saga sebanyak 120.000 hektar," kata Senior Advisor on Environment and Sustainability PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) Agus Djoko Ismanto dalam jumpa pers, Rabu (3/7/2019).

Adji, panggilan akrab Agus Djoko Ismanto, memperkirakan PLTA Batangtoru bisa menghemat belanja bahan bakar minyak (BBM) hingga 400 juta dollar AS per tahun atau setara Rp 5,6 triliun.

PLTA Batangtoru juga disebut bakal ramah lingkungan. Pasalnya, PLTA ini tidak mempunyai reservoir, sehingga stok air tersimpan di dalam hutan.

"Kemudian, komponen kedua terpenting adalah terowongan. Terowongan 50 sampai 300 meter di bawah permukaan tanah. Sehingga tidak perlu buka lahan di atasnya," ujar Adji.

Baca juga: Pembangunan PLTA Batangtoru, Warga Lokal Dipenuhi Kekhawatiran

Selain itu, PLTA juga dirancang tak mengusik ekosistem yang sudah ada. Agus menyebut tak ada warga yang digusur, sekaligus membantah kekhawatiran soal orangutan yang hidupnya akan terancam dengan pembangunan PLTA.

Sementara menurut pakar orangutan Universitas Indonesia Rondang Siregar, berdasarkan pengamatan, orangutan di area PLTA hidup baik-baik saja. Orangutan tampak sudah terbiasa dengan keberadaan manusia dan masyarakat sekitar.

"Karena tidak pernah diganggu ya cuek aja. Tapi kadang-kadang ini coincidence (kebetulan)," kata Rondang.

Meski demikian, Rondang meminta agar klaim PLTA Batangtoru soal menjaga orangutan diperiksa kembali. Pasalnya, yang selama ini terjadi, pembangunan infrastrukur selalu merampas habitat orangutan.

Baca juga: Demi Kera Besar Terlangka di Dunia, Koalisi Indonesia Surati Jokowi

"Mereka punya itikad baik, PLTA ini. Tapi benar enggak? Kalau mereka mengatakan melindungi 10 orangutan benar nggak? Gimana kalau cuma dua?" ujar Rondang.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Kali Gempa Susulan, BMKG Tegaskan Gempa Talaud Bukan Megathrust

9 Kali Gempa Susulan, BMKG Tegaskan Gempa Talaud Bukan Megathrust

Fenomena
Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Fenomena
Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Oh Begitu
Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Oh Begitu
Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Oh Begitu
Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Kita
Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Fenomena
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Fenomena
Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Kita
Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Prof Cilik
Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Kita
Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.