Kompas.com - 28/06/2019, 19:05 WIB
Diskusi jaringan Organisasi Petani Sawit Indonesia yang membahas alokasi dana BPDP-Sawit di Jakarta, Jumat (28/6/2019) Diskusi jaringan Organisasi Petani Sawit Indonesia yang membahas alokasi dana BPDP-Sawit di Jakarta, Jumat (28/6/2019)

KOMPAS.com – Terhitung sejak bulan Desember 2018 silam, pungutan ekspor sawit untuk dana Bandan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDP-Sawit) telah diberhentikan sebagai respons atas penurunan harga ekspor CPO (Crude Palm Oil) global.

Semula, alokasi dana ini dipermasalahkan oleh para petani sawit, yang menilai bahwa pembagian dana BPDP ini tidak tepat sasaran karena hanya berpihak pada industri biodiesel saja.

Perlu diketahui, sekitar 90 persen dari total dana BPDP yang terkumpul sejak periode 2015-2018 digunakan untuk insentif produksi program biodiesel B20, sementara hanya 1,6 persen saja yang disalurkan ke petani melalui dana replanting.

Menurut para petani, saat ini tengah berkembang wacana mengenai pemberlakuan kembali pungutan ekpor sawit ini yang didorong oleh pihak industri produsen biodiesel. Hal ini dianggap merugikan para petani sawit.

 

“Para petani sawit sudah berkontribusi besar, tapi feedback-nya bagi kami itu tidak terasa,” ujar Mansuetus Darto, Sekjen Serikat Petani Kelapa Sawit, saat jumpa media di Jakarta, Jumat (28/6/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menanggapi wacana tersebut, Jaringan Organisasi Petani Sawit Indonesia mengeluarkan lima tuntutan yang harus dipenuhi jika pemberlakuan pungutan ekspor sawit untuk dana BPDP diadakan kembali.

Pertama, alokasi dana harus lebih besar untuk petani ketimbang insentif biodiesel, dengan tambahan alokasi khususnya untuk revitalisasi koperasi, pendataan, dan sertifikasi petani.

Kedua, bahan baku untuk industri biodiesel harus bersumber dari kebun petani, bukan dari kebun milik industri.

Ketiga, adanya insentif bagi petani swadaya dan pembangunan kemitraan yang adil.

Keempat, petani dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan reorganisasi kelembagaan BPDP.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.