Kompas.com - 27/06/2019, 20:36 WIB
Konferensi pers acara Kulari ke Hutan yang diselenggarakan oleh gerakan Hutan Itu Indonesia (HII) di Jakarta, Kamis (27/6/2019) Konferensi pers acara Kulari ke Hutan yang diselenggarakan oleh gerakan Hutan Itu Indonesia (HII) di Jakarta, Kamis (27/6/2019)

KOMPAS.com – Isu lingkungan saat ini merupakan isu yang tengah mendapat perhatian dari berbagai kalangan, tak terkecuali masyarakat urban.

Meski demikian, banyak dari masyarakat yang menaruh minat dan kepedulian akan isu lingkungan dan konservasi mengalami kebingungan terkait bagaimana mereka bisa terlibat langsung dan berpartisipasi dalam upaya pelestarian lingkungan tersebut.

Kabar baiknya, saat ini mulai banyak kampanye terkait isu lingkungan yang dapat dijadikan wahana dan wadah untuk menampung kepedulian tersebut, salah satunya adalah program ‘Kulari ke Hutan’ yang diselenggarakan oleh gerakan Hutan Itu Indonesia (HII).

Program ini diharapkan dapat menaungi aspirasi masyarakat yang ingin terlibat dalam upaya pelestarian hutan tanpa perlu langsung datang ke lokasi hutan tersebut.

“Acara Kulari ke Hutan ini merupakan kampanye yang menyenangkan, kreatif, dan juga tidak terlalu berat, tapi masih membawa pesan untuk menjaga hutan,” ujar Rinawati Eko, Co-founder HII sekaligus inisiator acara Kulari ke Hutan, saat jumpa media di Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Baca juga: Memaknai Kelestarian Hutan dari Perspektif Berbagai Agama di Indonesia

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Acara Kulari ke Hutan 2019 ini merupakan gelaran ketiga diselenggarakannya fun run ini. Khusus untuk tahun ini, ditambahkan kategori baru, yakni kategori lari khusus anak yang menempuh jarak 1,5 km di jogging track Gelora Bung Karno.

“Kami di HII percaya bahwa semua orang punya potensi untuk terlibat menjaga hutan,” lanjut Rina.

Acara ini diikuti oleh sekitar 600 peserta yang terdaftar untuk ikut berlari. Untuk setiap 5 kilometer (km) jarak tempuh yang dilalui, peserta akan mendapat 1 gelang adopsi pohon sebagai tanda bahwa mereka turut menymbang pelestarian satu pohon.

Berdasarkan catatan tahun sebelumnya, peserta lari maksimal dapat menempuh jarak 20 km atau setara dengan adopsi 4 pohon. Adopsi pohon ini dilakukan dengan mendonasikan sejumlah dana yang nantinya digunakan untuk pelestarian dan pemeliharaan pohon yang sudah berusia puluhan hingga ratusan tahun di hutan.

Proses pelestarian ini melibatkan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan tersebut, dan dapat dipantau secara langsung melalui situs pohonasuh.org.

Baca juga: Alasan Kita yang Tinggal di Kota Juga Harus Peduli Hutan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.