BMKG Pusat Jelaskan, Durasi Musim Kemarau Tiap Daerah Berbeda

Kompas.com - 27/06/2019, 18:32 WIB
ILUSTRASI KEMARAU  
KOMPAS/RINI KUSTIASIHILUSTRASI KEMARAU

KOMPAS.com - Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara, Jawa Tengah, Setyoajie Prayoedhi mengatakan bahwa musim kemarau tahun ini akan lebih panjang antara satu hingga tiga dasarian dibanding musim kemarau tahun lalu.

"Berdasarkan hasil analisa BMKG, musim kemarau tahun ini lebih kering dibanding tahun lalu, lebih lama satu hingga tiga dasarian. Diprakirakan musim hujan akan mulai sekitar awal Oktober," kata Setyoajie melalui keterangan tertulis, Rabu (26/6/2019) dan telah terbit di Kompas.com dengan judul Siap-siap, Musim Kemarau Tahun Ini Akan Lebih Lama.

Namun, apakah semua daerah di Indonesia mengalami kemarau lebih panjang?

Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG Indra Gustari mengatakan, wilayah Indonesia tidak memasuki musim kemarau secara bersamaan.

Baca juga: Kemarau Panjang, Waspadai Kebakaran Lahan dan Hutan

"Berdasarkan perkiraan kita, panjang (kemarau) bisa dilihat dari kapan mulai kejadiannya. Jadi memang di Jawa ada yang kemaraunya maju, sama seperti tahun lalu, dan ada juga yang mundur," ujar Indra dihubungi Kompas.com, Kamis (27/6/2019).

"Kalau melihat data pantauan masuknya musim kemarau, untuk Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Timur, ada yang mundur 20 hari ada yang mundur satu hari dibanding rata-rata masuknya musim kemarau ini," papar Indra.

Sementara untuk Jawa Tengah bagian tengah ada wilayah yang musim kemaraunya maju alias datang lebih awal. Ada daerah yang musim kemaraunya maju satu bulan dan ada yang maju 20 hari, dan ada juga yang sama seperti tahun lalu.

Ini berarti, sebagian wilayah Indonesia ada yang sudah memasuki musim kemarau, dan ada yang belum. Tak heran ada beberapa daerah masih dilanda hujan.

Berbicara tentang panjang pendek kemarau tak hanya ditentukan kapan kemarau dimulai, tapi juga akhir kemarau.

"Sekarang belum ada data kuantitatif, artinya kami belum menghitung secara numerik kapan dimulainya musim hujan. Namun kalau dilihat dari fenomena global, seperti El Nino, dan lain-lain, memang ada peluang hujan datang terlambat," jelas Indra.

Berdasar fenomena global tersebut, Indra memperkirakan bahwa tahun ini akan lebih kering  dibanding tahun lalu.

Baca juga: Masuk Musim Kemarau, Sebagian Wilayah Berpotensi Alami Kekeringan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X