Masuk Musim Kemarau, Sebagian Wilayah Berpotensi Alami Kekeringan

Kompas.com - 26/06/2019, 15:19 WIB
ilustrasi kekeringan
KOMPAS ilustrasi kekeringan

"Musim kemarau tidak berarti tidak ada hujan sama sekali. Beberapa daerah diprediksikan masih berpeluang mendapatkan curah hujan," tutur Herizal.

"Pada umumnya prospek akumulasi curah hujan 10 harian ke depan, berada pada kategori Rendah (<50 mm dalam 10 hari)," tambahnya.

Meski telah memasuki musim kemarau, beberapa daerah masih berpeluang mendapatkan curah hujan kategori memengah dan tinggi.

Curah hujan kriteria Menengah (50 – 150 dalam 10 hari) diprakirakan dapat terjadi di pesisir Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan bagian barat, Jambi bagian barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah bagian utara, Sulawesi bagian tengah, Papua Barat bagian utara dan Papua bagian utara.

Curah hujan kriteria Tinggi (>150 dalam 10 hari) diprakirakan dapat terjadi di pesisir timur Sulawesi Tengah dan Papua bagian tengah.

Baca juga: BMKG Prediksi Indonesia Masuki Musim Kemarau pada April 2019

"Pantauan BMKG dan beberapa Lembaga Internasional terhadap kejadian anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan kondisi El Nino Lemah," papar Herizal.

"Sedangkan Anomali SST di wilayah Samudera Hindia menunjukkan kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung setidaknya hingga Oktober November Desember (OND) 2019," sambungnya.

Dalam siaran pers ini, masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap kekeringan yang bisa berdampak pada beberapa sektor. Bidang yang yang perlu mewaspadai dampak kekeringan ini adalah:

- Sektor pertanian dengan sistem tadah hujan
- Pengurangan ketersediaan air tanah (kelangkaan air bersih)
- Peningkatan potensi kemudahan terjadinya kebakaran

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X