Kompas.com - 26/06/2019, 12:16 WIB
Gigi seri kambing Gigi seri kambing

KOMPAS.com – Mungkin kita tak menduga, saat kambing makan rumput sebenarnya banyak kerikil, batuan kecil, serta tanah yang ikut tertelan.

Kalau dipikir lagi, bebatuan dan kerikil ini sangat mungkin merusak dan menimbulkan penyakit gigi dan mulut pada kambing. Ditambah lagi, kambing tergolong hewan pemamah biak (ruminansia) yang mencerna makanan dalam dua langkah.

Pertama dengan menelan bahan mentah, kemudian mengeluarkan makanan yang sudah setengah dicerna dari perutnya dan mengunyahnya lagi sebelum ditelan.

Ini artinya, kerikil dan tanah akan berada dalam waktu lama di mulut dan ikut terkunyah bersama dengan rumput.

Namun menariknya, gigi kambing tampak selalu berada dalam kondisi baik, tidak ada gigi yang patah atau berlubang. Mengapa bisa demikian?

Baca juga: Serba Serbi Hewan, Udang Ini Ubah Warna Kulit untuk Hindari Predator

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tim peneliti dari University of Zurich melakukan eksperimen pada kambing.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Eksperimen ini dilakukan dengan memberi makan 28 ekor kambing berupa rumput bercampur kerikil dalam jumlah beragam selama enam bulan. Setelah tiga bulan masa percobaan, isi perut kambing diperiksa menggunakan pemindaian tomografi (CT Scan).

Setelah 6 bulan berselang, kambing disembelih lalu dilakukan analisis terhadap kondisi saluran pencernaan mereka.

Hasil CT Scan dan pembedahan terhadap saluran pencernaan mengungkap bahwa partikel kerikil, pasir, dan tanah tidak terdistribusi merata pada perut kambing, namun terkumpul pada lambung bagian bawah.

Seperti layaknya hewan pemamah biak lainnya, seperti sapi dan domba, kambing memiliki empat lambung yang berbeda.

Partikel makanan yang berukuran besar akan tersimpan di lambung bagian atas, untuk kemudian dimuntahkan dan dikunyah kembali, sedangkan partikel makanan berukuran kecil akan langsung diarahkan menuju lambung bagian bawah untuk dicerna.

Partikel tanah, pasir, dan kerikil yang ikut tertelan ternyata tidak dimuntahkan kembali dan langsung disalurkan menuju lambung bawah, untuk kemudian dikeluarkan lewat kotoran.

Artinya, kambing tidak perlu mengunyah kembali kerikil tersebut, sehingga kondisi gigi terlindungi.

Baca juga: Serba Serbi Hewan, Alasan Kucing Dijuluki Hewan Sembilan Nyawa

Di sisi lain, keberadaan kerikil ini juga membantu menggerus makanan saat memasuki lambung bagian atas, karena rerumputan yang baru sekali dikunyah akan mengalami kontak dengan kerikil ini sehingga dapat terurai menjadi partikel kecil.

Meski eksperimen ini dilakukan pada kambing, namun hal serupa juga diprediksi terjadi pada hewan pemamah biak lainnya, seperti sapi, domba, rusa, bahkan jerapah.

Temuan ini dipublikasikan di jurnal Mammalian Biology.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Science
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.