Kompas.com - 25/06/2019, 20:44 WIB

KOMPAS.com - Beberapa waktu terakhir, wilayah Pulau Jawa mengalami suhu dingin. Bahkan, di dataran tinggi Dieng, suhu mencapai minus sebelas derajat.

Hal ini tentu menjadi tanda tanya besar. Pasalnya, kita hidup si wilayah tropis yang identik dengan suhu hangat.

Meski terkesan sulit, namun sebenarnya fenomena di Dieng ini sangat normal. Pendapat ini diungkapkan oleh Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Thomas Djamaluddin.

Menurut Thomas, hal ini merupakan fenomena tahunan saat kemarau. Dia menjelaskan, saat ini beberapa wilayah bumi selatan (tepatnya Australia) memasuki musim dingin.

Baca juga: Dieng Dilanda Suhu Dingin Ekstrem, Ini Penjelasan BMKG

"(Dan) angin kemarau bertiup dari arah selatan," ungkap Thomas kepada Kompas.com, Selasa (25/06/2019).

"Bukan hanya Dieng yang merasakannya. Banyak wilayah merasakan udara dingin dari selatan," imbuhnya.

Thomas juga menjelaskan bahwa efek udara dingin ini sangat terasa di wilayah pegunungan seperti Dieng dan Bromo.

Suhu Minus

Tak hanya dingin, Thomas juga menerangkan bahwa suhu minus di Dieng juga mungkin terjadi di Indonesia yang beriklim tropis.

"Suhu minus bisa terjadi di pegunungan saat bertiupnya udara dingin dari belahan selatan," tutur Thomas.

"Di daerah tropis bisa juga suhu minus di pegunungan tinggi, (misalnya) di Puncak Jaya Papua yang berselimut salju abadi walau sekarang berkurang akibat pemanasan global," tegasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Manfaat Rambutan untuk Kesehatan Jantung?

Apa Manfaat Rambutan untuk Kesehatan Jantung?

Oh Begitu
Susu Mana yang Paling Baik untuk Lingkungan?

Susu Mana yang Paling Baik untuk Lingkungan?

Oh Begitu
Jenis-jenis Kelainan Darah dan Penyebabnya

Jenis-jenis Kelainan Darah dan Penyebabnya

Kita
Spesies Baru Kungkang Berkepala Mirip Kelapa Sempat Dikira Tidak Ada

Spesies Baru Kungkang Berkepala Mirip Kelapa Sempat Dikira Tidak Ada

Oh Begitu
Bagaimana Cara Semut Merayap di Dinding dan Melawan Gravitasi?

Bagaimana Cara Semut Merayap di Dinding dan Melawan Gravitasi?

Prof Cilik
Sama-sama Hitam dan Putih, Apa Bedanya Puffin dengan Penguin?

Sama-sama Hitam dan Putih, Apa Bedanya Puffin dengan Penguin?

Oh Begitu
Apa Warna Bulan yang Sebenarnya?

Apa Warna Bulan yang Sebenarnya?

Oh Begitu
Kenapa Hiu Takut terhadap Lumba-lumba?

Kenapa Hiu Takut terhadap Lumba-lumba?

Oh Begitu
Spesies Baru Kungkang Ditemukan, Kepalanya Mirip Kelapa Dikupas

Spesies Baru Kungkang Ditemukan, Kepalanya Mirip Kelapa Dikupas

Oh Begitu
Apa Manfaat Kupu-kupu dalam Ekosistem?

Apa Manfaat Kupu-kupu dalam Ekosistem?

Oh Begitu
Burung Pengicau Berwarna Mencolok Berisiko Punah Lebih Cepat

Burung Pengicau Berwarna Mencolok Berisiko Punah Lebih Cepat

Oh Begitu
Jumlah Darah dalam Tubuh Manusia

Jumlah Darah dalam Tubuh Manusia

Kita
5 Objek Paling Terang di Tata Surya

5 Objek Paling Terang di Tata Surya

Oh Begitu
Orang Suku Maya Kuno Makan Cokelat, Tidak Hanya untuk Persembahan Dewa

Orang Suku Maya Kuno Makan Cokelat, Tidak Hanya untuk Persembahan Dewa

Fenomena
Trenggiling Makan Apa?

Trenggiling Makan Apa?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.