Viral Semut Charlie Berbahaya di Medsos, Hewan Apa Itu Sebenarnya?

Kompas.com - 25/06/2019, 11:33 WIB
Kominfo klarifikasi isu tomcat. Kominfo klarifikasi isu tomcat.

Ketika kumbang tomcat merasa terganggu, dia dapat mengeluarkan racun yang disebut pederin. Jika sudah menempel ke kulit, racun itu akan menimbulkan inflamasi atau peradangan.

Uniknya, tomcat jantan berperilaku mirip kalajengking ketika terancam. Mereka akan mengangkat ekornya dan mengeluarkan racun.

"Kumbang tomcat umumnya berada di permukiman dan populasi meningkat diperkirakan saat akhir musim hujan," ujar Cahyo.

Berkurangnya populasi pemangsa (predator) seperti burung karena perburuan oleh manusia juga bisa menyebabkan populasi hewan ini meningkat.

Tak hanya itu, berkurangnya mangsa yang disebabkan perubahan fungsi lahan sehingga banyak populasi bersinggungan dengan permukiman, seperti alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman, dan hutan menjadi perkebunan, juga berkontribusi atas kenaikan populasi kumbang tomcat.

Baca juga: Sulawesi, Rumah Kumbang Yoda Star Wars dan 100 Spesies Baru Lainnya

Cahyo memperingatkan untuk menghindari tomcat bila kita melihatnya. Jika sudah terkena tomcat, jangan dipencet atau dipukul karena kumbang tomcat pasti akan terbang.

"Sebab, bila mereka ditekan atau digencet, racun akan keluar dari tubuh kumbang dan menyebabkan iritasi. Jika sudah terkena cairan dari tubuh tomcat, lebih baik disiram air mengalir untuk kondisi darurat," paparnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X