Kompas.com - 17/06/2019, 17:32 WIB

Karena ubur-ubur tidak memiliki otak, mereka tidak mampu memproses rangsangan visual rumit. Oleh sebab itu, mereka hanya bergantung pada sensor sederhana di ujung tentakel untuk mendeteksi cahaya dan jejak kimiawi seperti bau di dalam air.

Sensor saraf sederhana di ujung tentakel mengandung protein bernama opsins.

Namun, yang perlu diingat kemampuan melihat ubur-ubur sama. Beberapa penelitian menunjukkan, setiap spesies ubur-ubur memiliki mata dengan kompleksitas berbeda.

Baca juga: Serba Serbi Hewan, Bagaimana Sih Burung Beo Menirukan Suara Manusia?

Meski begitu, jangan khawatir bila melihat ubur-ubur di laut dan terkesan mengejar kita. Sebab, mereka bukanlah pemburu mahir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.