Gempa Hari Ini: M 6,4 Guncang Zona "Deep Weber" di Laut Banda

Kompas.com - 15/06/2019, 08:47 WIB
Ilustrasi gempa.Shutterstock Ilustrasi gempa.

KOMPAS.com - Sabtu (15/06/2019) gempa bumi tektonik berkekuatan siginifikan mengguncang wilayah Laut Banda. Lindu ini terjadi sekitar pukul 03.10.53 WIB pagi dini hari.

Menurut hasil analisis BMKG, informasi awal gempa ini berkekuatan M 6,4. Tapi setelah dilakukan pemutakhiran menjadi M 5,7.

Melalui siaran persnya, BMKG menyebut episenter terletak pada koordinat 5,84 LS dan 130,77 BT. Tepatnya di laut pada jarak 216 km arah barat Kota Tual, Maluku pada kedalaman hiposenter 125 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya tampak gempa ini merupakan jenis gempa berkedalaman menengah akibat aktivitas Subduksi Banda di zona Weber Deep," ungkap Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono.

Baca juga: Gempa Hari Ini: M 3,8 Dirasakan di Pangalengan

"Weber Deep merupan cekungan raksasa pada busur muka (fore arc basin) dalam sistem Subduksi Banda dengan kedalaman mencapai 7,2 km yang melengkung di Laut Banda," sambungnya.

Menurut pria kelahiran Semarang itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme yang merupakan kombinasi antara pergerakan naik dan mendatar (oblique thrust fault).

"Guncangan gempa ini dilaporkan dirasakan di daerah Tual dan Saumlaki dalam skala intensitas III-IV MMI serta Sorong II - III MMI," ujar Daryono.

"Beberapa warga di Tual dan Saumlaki dilaporkan sempat terbangun dari tidur karena merasakan kuatnya guncangan gempa ini," imbuhnya.

Jika menilik pada peta tingkat guncangan (shake map) BMKG, tampak wilayah yang mengalami guncangan gempa ini sangat luas mencakup wilayah Seram, Kaimana, Dobo, Pulau Damar, Buru, Wetar, Obi, dan Misol.

"Dikarenakan kejadian gempa ini berlangsung dini hari maka belum banyak laporan makroseismik yang diterima BMKG dan belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa ini," kata Daryono.

Hasil pemodelan BMKG juga menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami.

"Hingga pukul 03.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock)," tutur Daryono.

"Secara tektonik zona 'Deep Weber' merupakan kawasan seismik aktif dan kompleks. Katalog gempa BMKG mencatat di zona ini sudah terjadi beberapa kali gempa kuat dan diantaranya memicu tsunami," tambahnya.

Sejarah gempa kuat pernah terjadi di wilayah ini di antaranya, gempa Banda pada tahun 1918 (M 8,1), 1938 (M 8,4), 1950 (M 7,6), 1950 (M 8,1), dan 1963 (M 8,2).

"Dengan memperhatikan banyaknya catatan sejarah gempa kuat ini, maka zona Subduksi Banda merupakan kawasan sangat rawan gempa dan tsunami yang patut diwaspadai di wilayah Indonesia timur," tegas Daryono.

Baca juga: Berkali-kali Gempa, Begini Sejarah Mencatat Lindu di Nias Selatan

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X