Kompas.com - 12/06/2019, 18:02 WIB
Mikroplastik Oregon State UniversityMikroplastik

KOMPAS.com - Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Australia memberikan kabar buruk bagi umat manusia. Pasalnya, dalam penelitian itu ditemukan bahwa rata-rata manusia "mengonsumsi" 120.000 partikel mikroplastik setiap tahunnya.

Tentunya mikroplastik ini bukan sengaja ditelan, tapi tanpa sengaja menempel pada makanan atau terhirup melalui udara.

Pada kasus-kasus sebelumnya, mikroplastik ditemukan pada air mineral kemasan hingga pada ikan yang kita konsumsi.

Bahkan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik terdapat dalam tinja manusia. Ini berarti, plastik telah "menginfeksi" seluruh kehidupan manusia.

Baca juga: Ada di Udara, Mikroplastik Menyebar Lewat Angin, Hujan dan Salju

Meski begitu, efek kesehatan terkait hal ini belum diketahui. Tapi, kabar buruknya, beberapa bagian dan jaringan tubuh manusia cukup kecil untuk dimasuki mikroplastik yang memungkinkan memicu reaksi kekebalan atau melepaskan zat beracun.

Para peneliti memperkirakan bahwa rata-rata orang mengonsumsi antara 74.000 hingga 121.000 partikel mikroplastik tiap tahun tergantung pada usia dan jenis kelamin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada orang yang hanya minum air kemasan tingkan konsumsinya meningkat 90.000 mikroplastik tambahan setiap tahun.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Enviromental Science & Technology ini merupakan studi pertama yang memperkirakan konsumsi mikroplastik oleh manusia.

Sejak diproduksi massal pada 1940-an, plastik segera digandrungi di seluruh dunia. Pasalnya, polimer ini cukup serba guna dan mudah dibentuk sesuai kebutuhan.

Sayangnya, masalah sampah plastik menjadi momok yang terus berkembang. Tak sampai di situ, mikroplastik pun muncul ketika produk plastik terdegradasi di lingkungan atau mengelupas saat pengemasan.

Ukuran mikroplastik yang kecil membuatnya mudah terbang dan menempel pada makanan. Setidaknya ada 26 studi yang melihat jumlah partikel mikroplastik pada ikan, kerang, gula, garam, alkohol, air kemasan, hingga udara.

Dr Kieran Cox dan koleganya kemudian mulai tertarik untuk mengamati berapa banyak mikroplastik yang terkonsumsi oleh manusia.

Mereka kemudian menganalisis berapa banyak makanan yang dimakan orang dengan melihat asupan makanan yang direkomendasikan dari Program Pola Makan 2015-2020 untuk orang Amerika.

Sebenarnya, penelitian ini hanya mengamati kandungan mikroplastik dalam beberapa makanan. Dengan kata lain, estimasi ini mungkin bisa bertambah tergantung konsumsi tiap orang.

Baca juga: Ancaman Nyata, Semua Mamalia Laut dalam Studi Ini Terinfeksi Mikroplastik

"Estimasi ini tergantung pada variasi dalam jumlah besar; Namun, mengingat keterbatasan metodologis dan data, nilai-nilai ini cenderung diremehkan," tulis para peneliti dalam makalah dikutip dari The Independent, Kamis (06/06/2019).

"Data ini menunjukkan bahwa plastik mikro akan terus ditemukan dalam mayoritas, jika tidak semua, barang yang ditujukan untuk konsumsi manusia," sambung mereka.

Hasil itu mendapatkan tanggapan dari Profesor Richard Lampitt, pemimpin Tim Riset Mikroplastik di Pusat Oseanografi Nasional yang tidak terlibat dalam penelitian.

Dia mengatakan, "Saya pikir makalah ini adalah penilaian yang cermat terhadap data yang sampai saat ini telah diterbitkan dan kesimpulannya masuk akal."

Namun, peneliti lain telah mengkritik temuan tersebut.

Profesor Alastair Grant, profesor ekologi di Universitas East Anglia, mengatakan, "Para penulis menghitung konsumsi mikroplastik dari konsentrasi yang diukur dalam makanan dan udara."

"Mereka menghitung bahwa seorang laki-laki dewasa mengkonsumsi 142 partikel plastik per hari melalui mulut dan menghirup 170 lainnya. Jumlah yang agak besar yang paling menonjol adalah perkiraan tahunan. Tidak ada bukti yang disajikan bahwa tingkat konsumsi ini adalah bahaya signifikan bagi kesehatan manusia," tegasnya.

Dr Stephanie Wright, seorang peneliti di King's College London, mengatakan beberapa studi yang dimasukkan harus ditafsirkan dengan hati-hati.

"Ukuran adalah parameter penting ketika mempertimbangkan implikasi paparan partikel (apa pun). Tanpa informasi ini, sulit untuk menafsirkan temuan saat ini di luar fakta bahwa kita mengonsumsi mikroplastik," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.