Hilang 50 Tahun di Antariksa, Ahli Yakin Telah Menemukan Snoopy

Kompas.com - 12/06/2019, 11:57 WIB
Modul Lunar alias Snoopy milik NASA dalam misi Apollo 10 berada di atas bulan pada 22 Mei 1969. Modul Lunar alias Snoopy milik NASA dalam misi Apollo 10 berada di atas bulan pada 22 Mei 1969.

KOMPAS.com - 22 Mei 1969 NASA meluncurkan misi bernama Apollo 10, sebuah misi gladi resik untuk mempersiapkan pendaratan Apollo 11, misi berawak pertama di bulan yang berlangsung dua bulan kemudian.

Dalam peluncuran misi Apollo 10, tim yang bertugas membawa modul lunar (LM) yang dinamai Snoopy. Nama ini terinspirasi dari karakter anjing beagle peliharaan Charlie Brown dalam komik legendaris Peanuts karya Charles M. Schulz.

Snoopy bertugas membuat dua lintasan untuk situs pendarataran yang akan digunakan Apollo 11 sebelum ditindaklanjuti oleh pesawat ruang angkasa Charles Brown. Pesawat ini yang juga ditunggangi para awak Apollo 10, Thomas Stafford, Gene Cernan dan John Young.

Selama menjalankan misi Apollo 10, Charlie Brown yang dikendalikan John Young 80 kilometer di atas Bulan juga berperan sebagai modul perintah.

Baca juga: NASA Buka Stasiun Luar Angkasa Untuk Turis, Berapa Harga Karcis-nya?

Setelah penyisiran yang dilakukan Snoopy dengan kecepatan suara enam kali lipat, Kolonel Stafford memotret permukaan bulan sebagai salah satu upaya untuk memastikan keamanan misi Apollo 11.

Saat misi selesai, semua awak berhasil kembali ke Bumi namun Snoopy tidak ikut pulang. Snoopy mungkin merupakan benda bikinan manusia yang tinggal selama berpuluh tahun di bulan.

Setidaknya butuh waktu sampai lima dekade untuk menemukan Snoopy dan membawanya kembali pulang. Keberhasilan ini berkat penyisiran dan pencarian menyeluruh yang dilakukan tim astronot selama delapan tahun terakhir.

Merujuk pemberitaan Sky News, para astronot yang terlibat dalam pencarian mengaku yakin 98 persen bahwa mereka telah menemukan Snoopy di luar angkasa.

Hal ini diungkapkan oleh Nick Howes, seorang anggota Royal Astronomical Society dalam acara Festival Sains Cheltenham belum lama ini di Inggris.

Howes memulai mencari Snoopy pada 2011 bersama timnya. Mereka melakukan penyaringan data radar yang dikumpulkan beberapa observatorium.

"Kami telah menelusuri banyak data untuk menemukan Snoopy," ujar Howes kepada Gizmodo dilansir Rabu (12/6/2019).

Dia menceritakan, pada 2015 mengira telah mendeteksi keberadaan Snoopy memasuki atmosfer Bumi.

Sejak saat itu, Howes dibantu tim Mount Lemmon Sky Survey dan pencarian lebih cepat dilakukan.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X