Ahli Bikin Lem Jaring Spiderman di Dunia Nyata untuk Lindungi Tanaman

Kompas.com - 09/06/2019, 19:32 WIB
Spiderman The Amazing Spiderman GameSpiderman

KOMPAS.com – Saat menonton film Spiderman kita selalu disuguhi aksi sang superhero yang sanggup berayun dan bergelantungan di antara gedung pencakar langit kota New York.

Dalam franchise film tersebut, dikisahkan bahwa Peter Parker menciptakan alat yang mampu memproduksi material yang mirip dengan jaring laba-laba, dengan kombinasi sifat fleksibel serta memiliki kekuatan tegangan tali yang sanggup menahan bobot yang cukup berat.

Namun, mungkinkah jaring laba-laba ala Spiderman diciptakan di dunia nyata?

Temuan terbaru ini membuka peluang kemungkinan terwujudnya impian tersebut.

Baca juga: Jamur Ini Hasilkan Racun Laba-laba untuk Bunuh Nyamuk Malaria

Peneliti dari University of Maryland Baltimore County, Sarah Stellwagen dan Rebecca Renberg telah mengungkap urutan gen DNA yang berperan dalam pembentukan lem pada laba-laba.

Lem ini merupakan modifikasi dari benang laba-laba yang memiliki sifat lengket, sehingga mampu menjebak mangsa agar tidak dapat melepaskan diri dari jaring.

Benang laba-laba merupakan komponen penyusun jaring laba-laba. Benang laba-laba selama ini digadang-gadang sebagai keajaiban biomaterial karena bersifat fleksibel namun memiliki kekuatan regangan yang tinggi.

Diketahui, terdapat lebih dari 45.000 spesies laba-laba, masing-masing dapat memproduksi satu hingga tujuh jenis benang sekaligus.

Meski demikian, masih sedikit informasi genetik dan genomik yang diketahui dari spesies laba-laba tersebut, di mana baru 20 di antaranya yang telah diteliti secara lengkap.

"20 (spesies laba-laba) belum ada apa-apanya dibandingkan keseluruhan (spesies laba-laba) yang ada di luar sana," ujar Stellwagen, dikutip dari Science Daily, Rabu (5/6/2019).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Prof Cilik
Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Fenomena
Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Fenomena
239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

Kita
Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Oh Begitu
Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Oh Begitu
Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X