Dijadikan Nama Kawasan, Ini Rupa Buah Menteng yang Asam dan Terlupakan

Kompas.com - 09/06/2019, 10:07 WIB
Buah menteng Buah menteng

KOMPAS.com – Anda mungkin mengenal menteng sebagai nama kawasan yang cukup strategis di Jakarta Pusat. Namun, tahukah anda bahwa nama tersebut diambil dari nama suatu tanaman buah?

Beberapa kawasan di Jakarta memang diberi nama berdasarkan beberapa tumbuhan, seperti contohnya bintaro, kemang, semanggi, gandaria,  gambir, dan tidak terkecuali menteng.

Sayangnya, banyak diantara tumbuhan ini justru jarang kita jumpai karena keberadaannya yang semakin langka. Kondisi ini juga dialami oleh buah menteng.

Menteng (Baccaurea racemosa) atau dikenal pula dengan nama kepundung, merupakan buah yang dapat dikonsumsi. Nama kepundung juga menjadi dasar penamaan Sungai Cikapundung, yang melintasi seantero Bandung Raya.

Baca juga: Bukan Hanya Nama Wilayah, Begini Penampakan Buah Bintaro nan Mematikan

Buah menteng berbentuk bulat, dengan diameter sekitar 2-3 cm. Warna kulit berwarna hijau saat muda, namun berangsur menjadi kekuningan saat matang.

Sekilas, tampilan luarnya mirip dengan duku, lengkap dengan kulit berwarna kulit langsat dan memiliki tekstur membran mirip kulit, begitu pula susunan di dalam buahnya.

Namun, perbedaannya dengan duku adalah warna dagingnya yang transparan dan agak kemerahan, juga tekstur daging yang lebih tipis dan licin.

Selain itu, menteng juga memiliki rasa asam yang kuat, dengan rasa sepat dan kecut yang cukup lama menempel pada lidah setelah mengonsumsinya. Meski demikian, menteng juga memiliki sedikit rasa manis.

Sifat ini menjadikan menteng baik dikonsumsi jika terasa mengantuk, karena efek rasa asam yang kuat ini dapat menjadikan tubuh merasa segar seketika.

Namun, sifat satu ini juga menjadikannya kurang populer, sehingga banyak orang yang semula menanam menteng beralih pada buah lainnya yang lebih digemari.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X