WHO: Perangi Polusi Udara Bisa Perpanjang Umur Manusia

Kompas.com - 06/06/2019, 19:03 WIB
Ilustrasi polusi udara nicoletaionescuIlustrasi polusi udara


KOMPAS.com - Para aktivis yang memperingati Hari Lingkungan Sedunia mengimbau tindakan untuk mengatasi polusi udara, yang menurut para peneliti membunuh jutaan orang setiap tahun dan memiskinkan masyarakat yang berupaya mengurangi dampak buruknya.

"We are walking on" adalah lagu Hari Lingkungan Sedunia yang diilhami oleh kenangan masa kecil mengenai h kota di Jepang yang memerangi polusi udara dan menang.

Para penghibur muda yang antusias mengungkapkan kecintaan mereka terhadap lingkungan. Melalui kesenian mereka berharap untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya yang mengancam planet ini dan mempromosikan tindakan untuk melestarikan keindahan alamnya.

Baca juga: Hari Lingkungan Sedunia, Berikut 10 Fakta Polusi Udara yang Wajib Tahu

WHO menganggap polusi udara sebagai risiko kesehatan lingkungan terbesar di dunia, menewaskan sekitar tujuh juta orang setiap tahun. Jutaan lebih menderita masalah kesehatan jangka panjang, seperti asma, stroke, kanker paru-paru, dan penyakit jantung.

Biaya Ekonomi akibat Polusi Udara

Bank Dunia memperkirakan biaya ekonomi global akibat menghirup udara kotor, lebih dari 5 triliun dolar setiap tahun. Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi PBB untuk Eropa, Olga Algayerova menyebut biaya yang ditanggung manusia dan ekonomi akibat polusi udara mengejutkan.

Namun, ia mengatakan kantornya telah membuktikan tindakan efektif bisa diambil untuk memerangi ancaman ini.

Pada tahun 1979, ia mencatat 51 negara di Eropa dan Amerika Utara menandatangani Konvensi UNECE tentang Polusi Udara Lintas Batas Jangka Panjang, yang dikenal sebagai Konvensi Udara.

"Misalnya, emisi dari zat-zat berbahaya termasuk partikel dan sulfur telah dipangkas 30 hingga 80 persen sejak tahun 1990 di Eropa dan 30 hingga 40 persen di Amerika Utara. Warga Eropa hidup 12 bulan lebih lama karena Konvensi Udara kita," ujar Algayerova.

Tambahan satu tahun harapan hidup itu yang diperoleh dengan mengurangi polusi udara bisa mencegah 600.000 kematian prematur setiap tahun di wilayah Eropa.

Algayerova mengatakan Konvensi Udara adalah satu-satunya solusi kebijakan regional untuk hal semacam ini. Ia mengatakan berkat keberhasilannya wilayah-wilayah lain meminta saran UNECE mengenai cara-cara untuk bertindak guna mengurangi polusi udara.

Baca juga: Waspada, Polusi Udara Asap Dapur Jauh Lebih Bahaya Dibanding Jalanan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X