Hari Lingkungan Sedunia, Berikut 10 Fakta Polusi Udara yang Wajib Tahu

Kompas.com - 06/06/2019, 10:29 WIB
Ilustrasi polusi udara DragonImagesIlustrasi polusi udara


KOMPAS.com - Untuk memperingati Hari Lingkungan Sedunia yang jatuh setiap tanggal 5 Juni, PBB memperingatkan bahwa tak ada satupun manusia bisa lolos dari polusi udara. Setidaknya sembilan dari 10 orang di Bumi menghirup udara tercemar.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut masalah polusi udara sebagai krisis kesehatan global yang harus disikapi bersama. Hal ini berdasar pada data lapangan yang menemukan setiap tahun ada sekitar tujuh juta orang meninggal karena kondisi udara buruk.

Pembakaran bahan bakar fossil untuk menghasilkan tenaga listrik, menjalankan alat transportasi, dan industri adalah kontributor utama dari polusi udara selain juga sumber utama emisi karbon penyebab naiknya suhu di planet ini. 

Sejumlah pihak sepakat, dengan mengatasi permasalahan secara bersama-sama maka akan membawa manfaat substansial bagi kesehatan publik.

Baca juga: Waspada, Polusi Udara Asap Dapur Jauh Lebih Bahaya Dibanding Jalanan

Berikut ini beberapa fakta terhadap dampak polusi udara pada manusia akibat polusi udara dan kaitannya dengan perubahan iklim:

1. Polusi udara merenggut 800 jiwa setiap jam atau 13 jiwa setiap menit, dimana angka ini tiga kali lebih besar dibandingkan jumlah orang yang menjadi korban penyakit malaria, TBC, dan AIDS secara bersama-sama setiap tahun.

2. Beberapa pencemar udara bekontribusi baik terhadap perubahan iklim maupun polusi udara di tingkat lokal termasuk karbon hitam yang dihasilkan oleh sistem pembakaran yang tidak efisien dari sumber-sumber seperti kompor dan mesin diesel, serta methane.

3. Lima sumber utama dari polusi udara adalah pembakaran bahan bakar fosil di dalam ruang, pembakaran kayu dan biomasa lain untuk memasak, menghangatkan ruang, dan menerangi rumah; industri, termasuk penghasil tenaga listrik seperti pembangkit listrik tenaga batubara dan generator diesel; alat transportasi, khususnya kendaraan dengan mesin diesel.

Selain itu juga pertanian dan peternakan yang memproduksi methane dan ammonia, pembakaran limbah pertanian, serta pembakaran limbah terbuka dan limbah organik di tempat-tempat pembuangan sampah.

4. Polusi udara dalam rumah tangga menyebabkan terjadinya sekitar 3,8 juta kematian dini setiap tahun, sebagian besar dari tingkat kematian tersebut terjadi di negara-negara berkembang, dan sekitar 60 persen dari kematian itu terjadi di kalangan wanita dan anak-anak.

5. 93 persen anak-anak di seluruh dunia hidup di daerah-daerah dimana polusi udara melebihi pedoman WHO, dengan 600.000 anak di bawah usia 15 tahun menghadapi kematian akibat infeksi saluran pernafasan di tahun 2016.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X