Kompas.com - 29/05/2019, 16:27 WIB

Perangkat yang mereka ciptakan bekerja seperti akselerator partikel mini. Molekul karbon dioksida terionisasi, setelah elektron diambil.

Molekul, yang sekarang bermuatan listrik, dapat dipercepat menggunakan medan listrik, dan tabrakan akan memecah molekul secara terpisah melepaskan oksigen.

Jelas, perangkat memiliki kelemahan, yang saat ini tidak efisien. Untuk setiap 100 molekul karbon dioksida yang dipercepat, reaktor hanya menghasilkan satu atau dua molekul oksigen.

Baca juga: Rahasia Alam Semesta: Kenapa Planet Mars Berwarna Merah?

"Apakah ini perangkat akhir? Tidak. Apakah ini perangkat yang dapat menyelesaikan masalah dengan Mars? Tidak. Tetapi itu adalah perangkat yang dapat melakukan sesuatu yang sangat sulit," kata Giapis.

Kami berharap tim dan peneliti lain dapat menemukan cara untuk meningkatkan perangkat yang mereka buat. Bagaimana pun, teknologi ini sangat fantastis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.