Panduan Lengkap Mudik untuk Ibu Hamil, dari Naik Mobil Sampai Kapal

Kompas.com - 29/05/2019, 10:21 WIB
Ilustrasi ibu hamil mudik dengan mobil. Ilustrasi ibu hamil mudik dengan mobil.


KOMPAS.com - Bepergian jauh selama kehamilan adalah kekhawatiran bagi banyak wanita, termasuk untuk pergi mudik Lebaran. Namun, mudik saat hamil bisa dilakukan dengan aman, selama Anda melakukan persiapan yang tepat.

Beberapa wanita mungkin memilih untuk tidak melakukan perjalanan jauh ketika usia kandungan masih dalam 12 minggu pertama alias trimester pertama karena rasa mual, mudah lelah, atau sering mengalami morning sickness. Risiko keguguran juga lebih tinggi dalam tiga bulan pertama.

Sementara, mudik lebaran di trimester ketiga kehamilan bisa sangat melelahkan dan tidak nyaman. Jadi, lebih merasa aman melakukan mudik lebaran di trimester kedua kehamilan, yaitu di antara bulan keempat sampai keenam.

Berarti mudik saat hamil hanya boleh dilakukan di trimester kedua kehamilan?

Tidak juga, sebenarnya jika kehamilan Anda sehat dan tidak ada komplikasi, Anda merasa kuat, dan dokter kandungan Anda mengizinkan, Anda bisa mudik di usia kehamilan berapa pun. Namun, itu dilakukan selama Anda sudah mempersiapkan diri dengan baik.

Baca juga: Jelang Lebaran, Kenali 5 Penyakit yang Kerap Dialami Saat Mudik

Tips mudik saat hamil agar tetap sehat selama perjalanan

Dengan tindakan pencegahan yang tepat dan asuransi perjalanan, kebanyakan wanita dapat mudik dengan aman walau dalam keadaan hamil.

Ke mana pun Anda pergi, cari tahu fasilitas kesehatan apa yang ada di tempat tujuan jika Anda memerlukan perawatan medis yang mendesak.

Sebaiknya selalu membawa catatan medis bersalin Anda sehingga Anda dapat memberi dokter informasi yang relevan jika diperlukan.

Pastikan asuransi perjalanan Anda melindungi Anda untuk segala kemungkinan, seperti perawatan medis terkait kehamilan selama persalinan, kelahiran prematur atau kondisi lainnya yang terkait dengan kehamilan Anda.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X