Mencari Asal-usul Aladdin, dari Arab, Suriah sampai ke China

Kompas.com - 27/05/2019, 17:08 WIB
Poster resmi film live-action Aladdin (2019). DisneyPoster resmi film live-action Aladdin (2019).

KOMPAS.com – Film Aladdin garapan Walt Disney telah berhasil menggulingkan John Wick 3: Chapter 3 - Parabellum dari puncak box office Amerika Utara.

Pencapaian ini sangat mengejutkan jika Anda masih ingat berbagai kritikan yang menghujani film tersebut, mulai dari warna Genie yang dinilai aneh sampai pemilihan aktor untuk memainkan karakter-karakter tercinta dari masa kecil kita.

Terkait permasalahan kedua tersebut, banyak fans yang awalnya kecewa ketika Naomi Scott diumumkan akan memerankan Jasmine. Aktris yang berdarah separuh India tersebut dianggap terlalu putih dan bukan keturunan Arab sehingga tidak seharusnya memerankan Jasmine.

Namun, tahukah Anda apa etnisitas Jasmine yang sebenarnya? Apakah dia keturunan Arab, India atau malah China?

Baca juga: Mengajarkan Anak Pola Makan Sehat Lewat Dongeng

Yasmin Seale, penulis Perancis-Suriah yang menerjemahkan cerita asli Aladdin untuk dipublikasikan oleh WW Norton pada tahun lalu, mengatakan kepada South China Morning Post bahwa Aladdin adalah sebuah paradoks yang bisa berubah bentuk.

“Ia adalah salah satu cerita yang paling dikenal, tetapi juga yang paling tidak diketahui. Ia bisa bertahan karena selalu berubah dan memperbarui dirinya sendiri – film Disney hanya satu di antara banyak reinkarnasinya yang berubah paling jauh dari cerita aslinya,” ujarnya.

Cerita asli Aladdin pertama kali dituliskan pada abad ke-18 oleh seorang orientalis Perancis Antoine Galland dalam buku 1001 Malamuntuk pangsa Eropa.

Galland mengklaim mendapatkan cerita tersebut dari seorang pelancong asal Suriah, Hanna Diyab, yang dia temui di Paris. Klaim ini juga dikuatkan oleh buku harian Diyab yang disimpan di Vatikan. Namun, seberapa besar peran Galland dan Diyab dalam penciptaan kisah Aladdin masih belum jelas.

Dalam cerita yang ditulis oleh Galland, Aladdin digambarkan sebagi seorang penjahit miskin di “ibu kota salah satu negara yang paling luas dan kaya di China”.

Baca juga: Bak Film King Kong, 6 Megafauna Ini Pernah Menghuni Bumi Indonesia

Meski berlatar belakang di China, bukan berarti etnisitas Aladdin tertulis dengan jelas. Pasalnya, nama-nama karakter dalam cerita asli Galland bernuansa Timur Tengah. Penggunaan kata “Sultan”, misalnya, alih-alih “Kaisar”. Jasmine sendiri bernama Badr al-Budur dalam cerita Galland.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X