Kompas.com - 25/05/2019, 18:32 WIB

KOMPAS.com - Kebanyakan manusia menggunakan tangan kanan untuk beraktivitas, tapi ada juga yang menggunakan tangan kiri alias kidal. Mengapa hal itu bisa terjadi? Apakah orang kidal memang terlahir kidal atau mereka hanya terbiasa menggunakan tangan kiri sejak kecil?

Pertanyaan sederhana ini sebenarnya sudah lama membuat para ilmuwan penasaran.

Dalam studi terbaru yang terbit di jurnal eLife, para ahli menemukan bahwa kidal tidak ada hubungannya dengan aktivitas otak atau perkembangan neurologis manusia.

Menurut tim peneliti gabungan dari Jerman, Belanda, dan Afrika Selatan, kebiasaan menggunakan tangan kanan atau tangan kiri terbentuk sejak dalam kandungan dan hal ini dipengaruhi oleh aktivitas gen pada tulang belakang, bukan otak.

Baca juga: Ini Penjelasan Kenapa Kita Bisa Kidal

Penelitian yang dipimpin ahli biofisika di Ruhr University Bochum mendapat kesimpulan itu setelah memonitor ekspresi gen pada tulang belakang janin yang berusia delapan sampai 12 minggu.

Merujuk IFL Science, Senin (20/5/2019), temuan ini sekaligus membantah teori sebelumnya yang mengklaim bahwa aktivitas gen di otak selama kehamilan akan menentukan apakah seseorang akan kidal atau tidak.

Sebaliknya, tim menemukan bahwa kidal tidaknya seseorang berpusat pada bagian tulang belakang yang bertanggung jawab untuk mengirim impuls listrik ke tangan, lengan, dan kaki. Hal inilah yang menentukan apakah seseorang kidal atau tidak.

Selain itu, tim menemukan bahwa kidal atau tidak, tak ada hubungannya dengan mutasi genetik atau sesuatu yang diwariskan. Namun hal ini dipengaruhi oleh faktor eksternal, termasuk saat bayi tumbuh di dalam rahim.

Meski belum jelas tentang faktor lingkungan atau eksternal ini, ada kemungkinan bahwa mereka mengubah cara enzim bekerja saat bayi masih di dalam kandungan dan pada gilirannya mengubah gen mengekspresikan diri.

Hal ini mempengaruhi asimetri aktivitas gen yang ada dalam tulang belakang dan membuat kidal.

Baca juga: Benarkah Orang Kidal Cenderung Ateis?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.