Mudik ke Kota Kembang, Bagaimana Sih Asal Mula Nama Bandung?

Kompas.com - 25/05/2019, 13:29 WIB
Landmark Gedung Sate di Bandung. Landmark Gedung Sate di Bandung.


KOMPAS.com - Sudah mendekati akhir bulan puasa, banyak masyarakat mulai bersiap mudik untuk berkumpul dengan keluarga di rumah. Salah satu kampung halaman yang menjadi tujuan pulang adalah Bandung.

Berbicara tentang Bandung, mungkin kita akan teringat dengan kalimat Bandung Lautan Api atau kota kembang. Namun dari mana asal nama Bandung sendiri?

Merujuk dokumentasi Universitas Pendidikan Bandung (UPI), file.upi.edu, kata Bandung dalam bahasa Sunda identik dengan kata "damping" yang dalam bahasa Indonesia berarti berdampingan atau berpasangan.

Baca juga: Jangan Sekadar Mudik, Mari Menilik Lagi Sejarah Nama Kampung Halaman

Dari kata bandung, diturunkan beberapa kata lain seperti ngabandung yang berarti berdampingan. Ada juga istilah bandungan yang bermakna dua perahu disatukan secara berdampingan atau meminta seseorang agar memperhatikan dan menyimak.

Sementara kata ngabandungan bermakna, menyimak orang yang berbicara, membaca, atau mengajar dengan penuh perhatian.

Di masa silam, ada istilah Bale bandung, yang artinya tempat mendengarkan perintah raja. Kini, kata tersebut dijadikan nama kecamatan di wilayah kota Bandung.

Selain identik dengan kata damping, bandung juga berasal dari kata bandeng yang berarti besar atau luas.

Dalam bahasa Sunda, ngabandeng berarti sebutan untuk genangan air yang luas dan tampak tenang.

Ada juga yang menyatakan, bandung berasal dari kata "bendung" yang berkaitang dengan peristiwa terbendungnya sungai Citarum sehingga menjadi danau besar (telaga) yang disebut Danau Bandung (Talaga Bandung).

Baca juga: Jangan Hanya Mudik, Ketahui Asal Nama Kota Bekasi

Sebelum menjadi Bandung

Di masa kerajaan, Bandung merupakan sebuah kabupaten bernama Tatar  Ukur, sebuah wilayah yang masuk dalam kekuasaan Kerajaan Timbanganten dengan ibu kota di Tegalluar.

Kerajaan Timbanganten berada di bawah kekuasaan Kerajaan Sunda-Pajajaran.

Kerajaan ini secara turun temurun dipimpin oleh Prabu Pandaan Ukur, Dipati Agung, dan Dipati Ukur. Pada masa pemerintahan Dipati Ukur, Tatar Ukur meliputi sembilan wilayah dengan sebutan Ukur Sasanga.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X