Rahasia Alam Semesta: Tak Hanya Diam, Matahari Memiliki Suara

Kompas.com - 22/05/2019, 20:06 WIB
Ilustrasi matahariNASA/SDO (AIA) Ilustrasi matahari

KOMPAS.com - Dalam beberapa film, ketika matahari sedang tepat di atas kepala dan terik, sering diilustrasikan dengan suara khas. Ilustrasi suara itu biasanya berasal dari hewan tonggeret yang umumnya ditemui ketika musim kemarau.

Dengan kata lain, itu bukan suara matahari langsung. Meski begitu, ilustrasi suara terik matahari ini memunculkan pertanyaan: apakah matahari memang benar punya suara?

Ya, ternyata matahari memang memiliki suara. Bahkan, Badan Antariksa AS (NASA) telah berhasil merekam suara matahari dari dekat.

Suara itu didapatkan oleh NASA dari data milik Badan Antariksa Eropa (ESA) dan Solar and Heliospheric Observatory (SOHO). Mereka telah menangkap pergerakan dinamis atmosfer Matahari selama lebih dari 20 tahun.

Baca juga: Ahli Falak Jawa Timur Abadikan Citra ISS saat Transit di Muka Matahari

Hasilnya, hari ini kita dapat mendengar semua gerakan gelombang, putaran, dan erupsi matahari dengan telinga kita sendiri.

Ya, matahari tidak diam. Meski hanya berupa dengung rendah, detak jantung bintang kita itu akhirnya bisa kita dengarkan dan bahkan memungkinkan para ilmuwan untuk mengintip ke dalam "tubuh" matahari.

Rekaman suara itu diproduksi di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA oleh Katie Atkinson dan Micheala Sosby.

Sebagai informasi, data dari SOHO itu menangkap getaran alami Matahari dan memberi para ilmuwan representasi konkret dari gerakan dinamisnya. Getaran inilah yang kemudian dinonifikasi oleh Stanford Experimental Physics Lab hingga menghasilkan suara yang bisa didengar telinga manusia.

Prosedur yang digunakan untuk menghasilkan suara-suara ini dimulai dengan data kecepatan doppler, rata-rata di atas cakram matahari, sehingga hanya mode derajat sudut rendah (l = 0, 1, 2) tetap.

Pemrosesan selanjutnya menghilangkan efek gerakan pesawat ruang angkasa, penyetelan instrumen, dan beberapa titik palsu. Kemudian data disaring sekitar 3 mHz untuk memilih gelombang suara yang bersih (dan bukan supergranulasi dan kebisingan instrumental).

Akhirnya, dilakukan interpolasi atas data yang hilang dan meningkatkan data (mempercepatnya menjadi 42.000 faktor untuk membawanya ke rentang pendengaran manusia yang dapat didengar (kHz)).

Hasilnya adalah suara Matahari dipajang di NASA Goddard Visitor Center di Greenbelt, Maryland. Instalasi seni imersif, yang disebut Solarium, menggunakan citra yang jelas dan sonifikasi untuk mengangkut pendengar ke jantung tata surya kita.

Suara tersebut bisa didengarkan dalam video berikut ini.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X