Definisi Kilogram Berubah, BSN Ungkap Dampaknya bagi Kita

Kompas.com - 21/05/2019, 15:19 WIB
Konferensi pers dalam rangka menyambut World Metrology Days di Jakarta, Selasa (21/5/2019) Konferensi pers dalam rangka menyambut World Metrology Days di Jakarta, Selasa (21/5/2019)

Menristek juga mempertimbangkan agar konversi satuan yang berbeda selain sistem metrik yang digunakan dalam standar internasional, seperti sistem imperial, untuk diajarkan dalam kurikulum. Begitu pula ukuran yang digunakan masyarakat lokal, seperti batok, tumbak, dan lain-lain agar dibuatkan konversi bakunya.

“Tugas BSN ke depan adalah mengajukan standar yang dapat diterima dunia, dan juga mengadakan edukasi pada masyarakat agar dapat menerima dan memahami standar tersebut,” tutupnya.

Saat ini, BSN akan mengupakayan sosialisasi mengenai redefinisi ini ke 278 laboratorium kalibrasi yang telah terakreditasi, serta mengadakan roadshow ke beberapa universitas di seluruh Indonesia.

Selain kilogram, terdapat tiga satuan internasional lain yang dipertimbangkan untuk diredefinisikan. Satuan tersebut adalah kelvin (suhu), ampere (arus listrik), dan mole (jumlah partikel).

Ketiganya diajukan untuk diredefinisikan karena tidak didasarkan pada konstanta fisika, sehingga dapat berubah seiring berjalannya waktu, sama seperti yang terjadi pada prototipe kilogram di Paris.

Baca juga: Kisah Naufal Turun 36 Kilogram dalam 3 Bulan dengan Bedah Bariatrik

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X