Stop Pakai Pasta Arang, Tidak Memutihkan dan Justru Merusak Gigi

Kompas.com - 13/05/2019, 11:14 WIB
Ilustrasi pasta gigi yang mengandung arang aktif Ilustrasi pasta gigi yang mengandung arang aktif


KOMPAS.com - Bila mengamati iklan di sosial media, kita sering melihat pembahasan pasta gigi arang yang diklaim bisa memutihkan gigi. Hal ini tidak hanya ada di Indonesia, tapi sedang menjadi tren dunia.

Di tengah popularitasnya, sejumlah dokter gigi di Inggris justru menyebut pasta gigi arang jauh lebih buruk dibanding pasta gigi biasa.

Pasta gigi arang tidak terbukti dapat memutihkan gigi, terlebih lagi hal ini justru memicu kerusakan gigi dan masalah gigi lain.

Baca juga: Ilmuwan Buat Pasukan Robot Mini Pembersih Karang Gigi, Berani Coba?

Selain pasta gigi, komposisi arang juga dimasukkan ke dalam produk makanan dan kosmetik. Arang diklaim dapat membersihkan racun, menangkal infeksi, dan membuat tubuh lebih sehat.

Khusus untuk pasta gigi arang, produk ini diklaim dapat memutihkan gigi, membersihkan kotoran, dan mencegah bau mulut dibanding pasta gigi konvensional.

Secara historis, mengonsumsi arang berguna untuk membantu meringankan gas dan masalah pencernaan. Namun hal ini tidak ada kaitannya dengan gigi.

Dalam studi yang terbit di jurnal British Dental, para dokter gigi berpendapat bahwa tren pasta gigi arang dan segala klaim di dalamnya hanya omong kosong.

Mereka menunjukkan klaim-klaim pada pasta gigi arang kurang didasarkan pada bukti ilmiah hingga entah bagaimana disebut lebih unggul dalam membersihkan dan memutihkan gigi dibanding pasta gigi konvensional. Selain itu, pasta gigi arang justru dapat memicu masalah gigi yang lebih buruk.

Para ahli menggarisbawahi, arang adalah zat aktif yang terlalu abrasif untuk gigi manusia, artinya arang dapat menghilangkan lapisan enamel yang melindungi gigi.

Selain itu, para dokter menjelaskan bahwa pasta arang yang berwarna gelap justru dapat membuat gigi tampak kotor jika tidak disikat sampai bersih. Nah, penggosokan ekstra untuk menghilangkan jejak arang bisa menyebabkan keausan ekstra pada enamel gigi.

Melansir Gizmodo, Jumat, (10/5/2019), dalam pasta gigi arang produsen biasanya justru mengeluarkan bahan seperti fluoride yang berguna untuk mencegah kerusakan gigi.

Meski ada bahan lain untuk menggantikan fluoride, tapi kualitasnya secara keseluruhan kurang dapat menjaga kesehatan gigi.

Para dokter gigi yang terlibat dalam studi ini juga mengkhawatirkan serpihan arang bisa tersangkut di tambalan, veneer, atau upaya medis lain untuk memperbaiki gigi.

Baca juga: Benarkah Arang Bisa Memicu Kanker?

Ini bukanlah studi pertama yang membahas dan memberi peringatan tentang pasta gigi arang. Pada 2017 dalam jurnal American Dental Association juga menyimpulkan bahwa ada data klinis dan laboratorium yang tidak mencukupi untuk mendukung keamanan dan kemanjuran klaim pasta gigi arang.

Dengan kata lain, kita tidak perlu memasukkan arang ke mulut ketika pasta gigi biasa mampu mengerjakannya dengan lebih baik.

Apalagi ada laporan yang mengatakan bahwa, menyikat gigi dengan lembut sebenarnya dapat merusak enamel gigi, apalagi kalau kita menyikat ekstra hanya untuk membersihkan sisi arang yang menempel di gigi.




Close Ads X