Kompas.com - 08/05/2019, 04:04 WIB
Ilustrasi kurma Galiyah AssanIlustrasi kurma

KOMPAS.com - Bulan Ramadhan identik dengan buah kurma. Hal ini berhubungan dengan sunah Nabi Muhammad, yaitu berbuka dengan kurma serta air putih.

Seperti disunahkan, buah kurma mempunyai segudang manfaat yang cocok untuk berbuka puasa. Ahli gizi komunitas, dr Tan Shot Yen menyebut sunah nabi tersebut punya makna tertentu.

"Pertama, tubuh butuh rehidrasi. Berbuka pyasa prinsipnya adalah membatalkan puasa," ungkap Tan kepada Kompas.com melalui surat elektronik, Senin (06/05/2019).

"(Tujuan berbuka adalah) dengan rehidrasi yang cukup (karena masalah utama puasa adalah dehidrasi, alias tubuh kekurangan air) dan takjil yang tidak memberatkan pencernaan atau terlalu cepat dicerna jadi gula," imbuhnya.

Baca juga: Manisnya Manfaat Kurma, Buah Ideal Untuk Berbuka

Artinya, buah kurma adalah takjil yang tidak memberatkan pencernaan. Hal ini bisa terlihat dari indeks glikemik atau ukuran kecepatan makanan berubah menjadi gula dalam pencernaan manusia.

Dalam angka, Tan menuliskan indeks glikemik manusia terbagi menjadi rendah (kurang dari 55), sedang (56 hingga 69), dan tinggi (lebih dari 70).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika merujuk pada indeks tersebut, nasi putih, roti gandum, roti putih, dan bubur nasi punya indeks glikemik tinggi.

Sedangkan nasi merah dan kurma punya indeks glikemik sedang. Contoh makanan dengan indeks glikemik rendah adalah kismis.

Dengan data tersebut, takjil terbaik untuk berbuka adalah makanan dengan indeks glikemik sedang dan rendah. Sebaliknya, jika berbuka dengan makanan berindeks glikemik tinggi membuat kondisi gula darah kita seperti "yoyo".

Kondisi yoyo ini berarti gula darah dengan cepat melonjak tapi juga mudah turun. Dalam hal ini, Tan juga mengingatkan bahwa berbuka tidak harus mengejar gula darah naik.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tulang Kelelawar Vampir Raksasa Ditemukan di Gua Argentina

Tulang Kelelawar Vampir Raksasa Ditemukan di Gua Argentina

Oh Begitu
Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Oh Begitu
Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Kita
POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

Oh Begitu
Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Oh Begitu
Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Oh Begitu
Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Oh Begitu
Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Fenomena
Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Oh Begitu
Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Fenomena
Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Oh Begitu
Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Fenomena
Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Kita
Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X